MAKASSAR, UNHAS.TV – Rumah Sakit Universitas Hasanuddin (RS Unhas) bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar kegiatan donor darah bertema “Satu Tetes Kemanusiaan, Donasikan Darah, Selamatkan Nyawa” pada (24/06/2026).
Kegiatan ini memperingati Hari Donor Darah Sedunia sekaligus menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap tingginya kebutuhan darah di fasilitas layanan kesehatan, sekaligus mendorong kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi aktif sebagai pendonor.
Tidak hanya donor darah, RS Unhas juga menggelar edukasi kepada pasien, keluarga pasien, dan masyarakat sekitar mengenai pentingnya donor darah.
Dokter Spesialis Patologi Klinik RS Unhas, Dr dr Yuyun Widaningsih MKes SpPK Subsp NR(K) MHPE, menjelaskan bahwa kegiatan donor darah ini telah dilaksanakan secara berkala dan saat ini merupakan pelaksanaan yang kedua kalinya.
“Jadi hari ini kita mengadakan kegiatan donor darah. Rumah Sakit Unhas melaksanakan kegiatan ini secara berkala dan ini merupakan yang kedua kalinya. Selain donor darah, kami juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya donor darah,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi ketersediaan darah yang sering kali tidak mencukupi kebutuhan pasien di rumah sakit.
“Kebutuhan darah sangat tinggi, sementara stok seringkali kurang bahkan habis. Karena itu, kami berinisiatif mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi, tentunya bekerja sama dengan PMI,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi kekurangan stok darah kerap membuat pasien harus mencari donor secara mandiri, bahkan hingga berkeliling. Melalui kegiatan rutin ini, pihak rumah sakit berharap kondisi tersebut dapat diminimalisir.
“Kami berharap dengan adanya kegiatan ini secara berkala, stok darah bisa selalu tersedia dan pasien tidak lagi kesulitan mencari donor,” tambahnya.
Kegiatan donor darah ini terbuka untuk umum, namun tetap melalui proses screening ketat. Calon pendonor akan diperiksa kondisi kesehatannya, seperti tekanan darah, berat badan, serta kadar hemoglobin sebelum dinyatakan layak mendonorkan darah.
RS Unhas juga mencatat kebutuhan darah yang cukup tinggi, tergantung pada kondisi pasien, seperti kebutuhan operasi maupun kasus darurat di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Dalam satu bulan, kebutuhan darah dapat mencapai puluhan kantong.
Lebih lanjut, dr. Yuyun mengungkapkan bahwa satu kantong darah memiliki manfaat besar karena dapat menyelamatkan hingga tiga nyawa.
“Satu kantong darah itu bisa menyelamatkan hingga tiga nyawa karena dapat dibagi menjadi beberapa komponen darah,” ungkapnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak ragu menjadi pendonor darah. Menurutnya, donor darah aman dilakukan dan tidak memberikan dampak negatif bagi kesehatan, selama memenuhi syarat yang telah ditentukan.
“Kami berharap masyarakat memiliki kesadaran untuk mendonorkan darahnya. Tidak perlu takut, karena donor darah itu aman dan justru sangat bermanfaat untuk kemanusiaan,” tutupnya.
Melalui semangat “Satu Tetes Kemanusiaan”, kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan mendorong lahirnya pendonor darah rutin demi membantu menyelamatkan lebih banyak nyawa.
(Andrea Ririn Karina / Zulkarnaen Jumar Taufik / UnhasTV)
Dokter Spesialis Patologi Klinik RS Unhas, Dr dr Yuyun Widaningsih MKes SpPK Subsp NR(K) MHPE. (Unhas TV / Zulkarnaen)



-300x169.webp)




