MAKASSAR, UNHAS.TV - Ratusan perempuan pelaku usaha dan calon entrepreneur mengikuti Womenpreneurs 2026 yang digelar Tangan Di Atas (TDA) Perempuan Makassar di Hotel Four Points, Makassar, pada 11–12 Juli 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran, penguatan kapasitas, dan kolaborasi bagi perempuan yang ingin mengembangkan diri serta membangun bisnis berkelanjutan.
Womenpreneurs 2026 mengusung tema “Bertahan, Berdaya, Bertumbuh di Tengah Tantangan”. Peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pemilik usaha mikro, kecil, dan menengah, profesional, calon pengusaha, hingga perempuan yang sedang merintis usaha.
Selama dua hari, peserta mengikuti sejumlah agenda, seperti inspiring talkshow, lokakarya, real story session, dan networking session.
Sejumlah pembicara dari kalangan pengusaha, profesional, dan tokoh perempuan dihadirkan untuk membagikan pengalaman serta strategi menghadapi perubahan dunia usaha.
Salah satu sesi yang mendapat perhatian peserta adalah materi self-leadership yang dibawakan pendiri PT Insight Sinergi Talenta, Fauziah Zulfitri.
Dalam sesi tersebut, Fauziah menekankan pentingnya kemampuan memimpin diri sendiri sebelum mengelola tim dan mengembangkan perusahaan.
Menurut Fauziah, pertumbuhan bisnis sangat dipengaruhi kapasitas pemiliknya. Pengusaha yang tidak mampu mengelola pikiran, emosi, waktu, dan prioritas akan menghadapi kesulitan ketika bisnis mulai berkembang.
“Bisnis hanya akan bisa menjadi sebesar kapasitas pemilik bisnisnya,” kata Fauziah di sela kegiatan, Minggu (12/7/2026).
Ia mengatakan kemampuan mengelola diri menjadi modal utama bagi perempuan yang ingin memimpin usaha, baik pada skala UMKM maupun perusahaan besar.
Kepemimpinan, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memberikan arahan kepada orang lain, tetapi juga menyangkut disiplin, komitmen, konsistensi, dan tanggung jawab pribadi.
Fauziah menilai seorang pemimpin bisnis harus memiliki kesadaran terhadap tujuan yang hendak dicapai. Kesadaran itu perlu diikuti kemampuan mengambil keputusan secara terukur, mengendalikan tekanan, dan menjaga konsistensi dalam menjalankan rencana usaha.
“Kalau seseorang tidak mampu mengendalikan dan mengelola dirinya, bagaimana dia bisa mengelola sesuatu yang lebih besar?” ujarnya.
Selain membahas kepemimpinan diri, Fauziah mengingatkan peserta agar tidak membangun bisnis hanya karena mengikuti tren. Sebuah usaha, menurut dia, seharusnya hadir untuk menjawab persoalan dan memberikan solusi kepada konsumen.
Karena itu, calon pengusaha perlu memahami kebutuhan pasar sebelum menawarkan produk atau jasa. Penentuan target konsumen, pengumpulan data, riset pasar, dan penyusunan strategi menjadi tahapan penting agar bisnis memiliki fondasi yang kuat.
Pendekatan berbasis riset dinilai dapat membantu pengusaha mengurangi risiko kesalahan dalam menentukan produk, harga, dan strategi pemasaran. Bisnis yang dibangun tanpa memahami pasar cenderung sulit bertahan ketika tren berubah atau persaingan meningkat.
Melalui Womenpreneurs 2026, TDA Perempuan Makassar berharap peserta tidak hanya memperoleh motivasi, tetapi juga memiliki keterampilan praktis untuk memperkuat usaha. Pertemuan antarpelaku bisnis juga diharapkan membuka peluang jejaring, kerja sama, dan kolaborasi baru.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan semakin besarnya peran perempuan dalam ekosistem kewirausahaan di Makassar.
Dengan kemampuan memimpin diri, membaca kebutuhan pasar, serta membangun usaha berdasarkan solusi, perempuan pengusaha dinilai memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan tumbuh di tengah tantangan ekonomi.
(Zahra Tsabitha Sucheng / Unhas TV)
WOMENPRENEURS - Komunitas Tangan di Atas Perempuan Makassar menggelar event Womenpreneurs 2026 mengusung tema “Bertahan, Berdaya, Bertumbuh di Tengah Tantangan” di Hotel Four Points, Makassar, pada 11–12 Juli 2026. (Unhas TV / Zahra Tsabita Sucheng)



-300x156.webp)




