Kesehatan
News
Pendidikan

Alergi Anak Kian Meningkat, Kabar Dika Unhas Hadirkan Edukasi Interaktif

Dokter & Konsultan Alergi Imunologi dan Reumatologi Anak dr Bahrul Fikri MKes SpA (K) PhD. (Unhas TV / Andrea Ririn Karina)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Departemen Ilmu Kesehatan Anak (IKA) Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin menghadirkan talkshow “Kabar Dika” dalam rangka World Allergy Week 2026.

Kegiatan ini mengangkat pentingnya deteksi dini alergi pada anak melalui edukasi serta sesi tanya jawab interaktif.

Program edukatif tersebut disiarkan secara langsung dari Studio Utama Unhas TV pada Jumat (26/6/2026). Mengusung tema “Mengenali dan Mengatasi Alergi pada Anak Sejak Dini”, talkshow ini menghadirkan sejumlah pakar di bidang kesehatan anak.

Adapun narasumber yang hadir dokter Konsultan Alergi Imunologi dan Reumatologi Anak dr Bahrul Fikri MKes SpA (K) PhD, dokter Konsultan Hemato Onkologi Anak Dr dr Nadirah Rasyid Ridha SpA(K) SubspHO MKes, serta dokter Konsultan Respirologi Anak dr Rahmawaty Rahimi MKes SpA Subsp Respi(K).

Tak hanya menghadirkan pemaparan materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab interaktif antara peserta dan narasumber.

Melalui sesi tersebut, peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung sehingga informasi yang diperoleh menjadi lebih aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mengenali gejala alergi sejak dini serta melakukan penanganan yang tepat.

Hal ini menjadi penting mengingat kasus alergi yang terus meningkat secara global akibat perubahan gaya hidup, pola makan, serta faktor lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, dr Bahrul Fikri menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye global untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait alergi.

“Jadi kami mengadakan acara ini dalam rangkaian World Allergy Week 2026. Kami ingin memberikan awareness kepada masyarakat bahwa terjadi peningkatan kejadian alergi secara global di dunia,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa peningkatan kasus alergi dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti perubahan iklim, gaya hidup, hingga kebiasaan masyarakat yang lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan.

Selain itu, ia menekankan bahwa pengenalan dini alergi sangat penting agar penanganan dapat dilakukan secara tepat sejak usia dini.

Menurutnya, jika tidak ditangani dengan baik, alergi dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih berat saat dewasa.

“Beban alergi ini bukan cuma beban penderita, tetapi juga menjadi beban negara karena pengobatannya berlangsung lama. Oleh karena itu, deteksi dan penanganan dini menjadi sangat penting,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya mengenali dan menangani alergi sejak dini demi meningkatkan kualitas kesehatan anak di masa depan.

(Andrea Ririn Karina / Unhas TV)