MAKASSAR, UNHAS.TV - Berolahraga saat berpuasa kerap dianggap membuat tubuh mudah lemas. Namun anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Dengan pengaturan makan dan istirahat yang tepat, aktivitas fisik tetap dapat dijalankan secara optimal.
Prinsip itu diterapkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) basket ECOBS Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin selama Ramadan.
Latihan rutin tim ECOBS tetap berlangsung di Lapangan Basket Indoor GOR JK Arenatorium, kampus Tamalanrea, Rabu, 25 Februari 2026.
Sesi latihan digelar pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa. Waktu tersebut dipilih agar pemain tetap bisa menjaga konsistensi latihan tanpa mengganggu ibadah.
Meski berlatih dalam kondisi berpuasa, intensitas latihan disesuaikan. Durasi dibuat lebih efisien dan fokus diarahkan pada penguatan teknik dasar, bukan pada fisik berat. Skema ini dinilai lebih aman untuk menjaga stamina pemain hingga waktu berbuka.
Wakil Ketua Tim Basket ECOBS Unhas, Orvin Qadri Ramadhan, mengatakan kunci utama menjaga kebugaran selama Ramadan terletak pada kualitas tidur dan pola makan.
“Kami tetap latihan rutin meski puasa. Supaya tidak lemas, yang paling penting itu kualitas tidur. Jangan begadang,” kata Orvin di sela latihan.
Menurut dia, kurang tidur menjadi penyebab utama tubuh mudah kehilangan energi saat sore hari. Karena itu, anggota tim diminta mengatur waktu istirahat dengan disiplin. Pemain dianjurkan tidur lebih awal agar kebutuhan istirahat terpenuhi.
Selain istirahat, pengaturan asupan makanan juga menjadi perhatian. Saat sahur, anggota tim disarankan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan porsi secukupnya agar energi bertahan lebih lama. Karbohidrat kompleks, protein, dan cairan yang cukup menjadi pilihan utama.
Adapun saat berbuka, pemain diminta tidak makan berlebihan. Orvin menegaskan porsi makan perlu dikontrol agar tidak menimbulkan rasa begah atau gangguan pencernaan.
“Kalau berbuka jangan terlalu kenyang, supaya badan tetap nyaman. Sahur juga secukupnya saja,” ujarnya.
Strategi sederhana ini dinilai efektif menjaga kondisi fisik. Dengan pola tersebut, pemain mampu menjalani latihan tanpa keluhan berarti. Stamina tetap terjaga dan risiko kram atau gangguan lambung dapat diminimalkan.
Selain itu, latihan ringan hingga sedang menjelang berbuka disebut membantu tubuh beradaptasi dengan pola puasa. Aktivitas fisik yang terukur dapat mempertahankan kekuatan otot dan daya tahan tanpa membebani tubuh secara berlebihan.
Orvin berharap Ramadan tidak dijadikan alasan untuk menghentikan aktivitas olahraga. Ia menilai puasa justru melatih kedisiplinan, termasuk dalam mengatur pola hidup sehat.
“Harapan kami, bulan Ramadan tidak menghalangi untuk tetap berolahraga dan beraktivitas. Jangan jadi alasan untuk malas,” kata dia.
Penerapan manajemen istirahat dan nutrisi tersebut membuat performa tim tetap stabil. Konsistensi latihan pun terjaga meski frekuensi dan intensitas disesuaikan. Bagi ECOBS, Ramadan bukan hambatan, melainkan momentum membangun disiplin fisik dan mental.
Dengan pendekatan itu, tim basket ECOBS menunjukkan olahraga saat puasa tetap aman dilakukan, sepanjang diimbangi pola hidup sehat. Pengaturan waktu, asupan gizi, dan kualitas tidur menjadi kunci agar tubuh tetap bugar dan produktif sepanjang bulan suci.
(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)
Wakil Ketua Tim Basket ECOBS Unhas, Orvin Qadri Ramadhan. (unhas tv/venny septiani)

 MKes_1-300x169.webp)


-300x169.webp)



