Nasional

Antisipasi Kekurangan Air di Musim Kemarau, PMI Kerahkan 400 Mobil Tangki Air

AIR - Mobil tangki air milik PMI untuk penyaluran air bersih selama musim kemarau 2026. Foto: PMI

JAKARTA, UNHAS.TV - Palang Merah Indonesia (PMI) mulai menggelar operasi kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino. Pada operasi tersebut, PMI mengerahkan 400 mobil tangki air untuk memenuhi kebutuhan air bersih di berbagai daerah.

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla mengatakan, dampak El Nino diperkirakan berlangsung hingga Mei tahun depan dan berpotensi memicu kekeringan berkepanjangan di sejumlah wilayah Indonesia.

"Kekeringan memiliki dua dampak utama, yaitu terhadap sektor pertanian dan kemanusiaan. PMI akan fokus pada penanganan dampak kemanusiaan, terutama penyediaan air bersih untuk kebutuhan memasak, minum, mencuci, dan mandi," ujar Jusuf Kalla usai memimpin Apel Operasi Dampak Kekeringan Ekstrem Akibat El Nino di Gudang Logistik PMI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2026).

Sebanyak 400 mobil tangki air disiapkan, terdiri atas 200 mobil berkapasitas besar dan 200 mobil berkapasitas kecil. Kendaraan berukuran kecil akan diprioritaskan untuk menjangkau wilayah perkotaan yang mengalami kesulitan pasokan air bersih, terutama di Pulau Jawa, Bali, dan wilayah lain yang terdampak.

PMI akan bekerja sama dengan rumah-rumah ibadah sebagai pusat penyaluran bantuan kepada masyarakat. Menurut Jusuf Kalla, mekanisme tersebut dipilih agar distribusi air bersih dapat berlangsung lebih cepat, tertib, dan merata.

"Air akan disalurkan hingga ke rumah ibadah, kemudian pengurus setempat yang membagikannya kepada masyarakat. Cara ini dinilai lebih efektif dibandingkan distribusi dari rumah ke rumah," katanya.

Jusuf Kalla menambahkan, pendistribusian air bersih di sejumlah daerah telah dimulai. Seluruh armada dan logistik telah dipersiapkan sejak bulan lalu sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak El Nino.

Melalui operasi kemanusiaan ini, PMI berharap kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih tetap dapat terpenuhi selama musim kemarau dan kekeringan ekstrem berlangsung.(*)