LONDON, UNHAS.TV - Arsenal resmi menjadi juara Liga Primer Inggris untuk pertama kali sejak 2002 setelah Manchester City gagal memaksimalkan peluang pada laga pekan ke-37.
Manchester City ditahan Bournemouth dengan skor 1-1. Hasil ini memastikan Mikel Arteta dan skuadnya mengangkat trofi dengan satu pertandingan tersisa.
Gol indah dari Eli Junior Kroupi pada babak pertama mengguncang pertahanan City dan membuat tim asuhan Pep Guardiola tak mampu mengejar ketertinggalan.
Arteta menyaksikan jalannya pertandingan bersama pemain di markas latihan Colney, memantau momen yang akan menjadi sejarah bagi klub asal London Utara itu.
Dengan kemenangan ini, Arsenal tidak hanya mengakhiri puasa gelar liga selama 22 tahun, tetapi juga membuka peluang untuk meraih Double jika sukses di Liga Champions.
Mereka akan menghadapi Paris Saint-Germain di final kompetisi Eropa sehari sebelum parade gelar dijadwalkan pada 31 Mei mendatang.
Sejauh ini, Arsenal belum pernah menjuarai kompetisi Eropa dan terakhir kali tampil di final adalah 20 tahun lalu dan kalah dari Barcelona.
Musim ini, Arsenal tampil konsisten dan memimpin klasemen selama sebagian besar musim. Pada Februari lalu, bandar taruhan Paddy Power bahkan sudah membayar taruhan untuk gelar juara Arsenal saat mereka unggul sembilan poin dari Manchester City.

Tim asuhan Mikel Arteta meraih gelar juara dengan satu pertandingan tersisa. (The Sun/Getty)
Meski City sempat menyalip setelah kemenangan melawan Arsenal di Etihad pada 19 April dan menang di Burnley tiga hari kemudian, Arsenal mampu bangkit.
Mereka memenangkan empat pertandingan Liga Primer berturut-turut tanpa kebobolan sejak kekalahan itu, menjaga tekanan di puncak klasemen.
Hasil imbang City di Everton awal Mei memberikan keuntungan bagi Arsenal untuk mengontrol persaingan gelar. Kemenangan atas Burnley pada Senin malam sebelumnya membuat tim Arteta berada di ambang juara, dan hasil imbang City di Bournemouth menegaskan posisi mereka.
Percobaan Guardiola untuk membalikkan keadaan melalui serangkaian pergantian pemain gagal menembus pertahanan lawan.
Gol penyeimbang dari Erling Haaland terjadi di menit-menit akhir hanya menjadi penghias statistik, tanpa memengaruhi gelar Arsenal.
Ribuan penggemar Arsenal memadati Emirates Stadium usai peluit panjang, merayakan keberhasilan yang telah lama dinanti dengan sorak dan euforia.
Kegembiraan dirasakan bahkan hingga pendukung menantikan pertandingan terakhir musim ini di Selhurst Park, di tengah semangat tinggi dari Crystal Palace yang juga bersiap menghadapi final Conference League pekan depan.
Keberhasilan Arsenal musim ini merupakan penegasan atas kerja keras Arteta dan timnya setelah tiga musim berturut-turut finis di peringkat kedua.
Gelar Liga Primer ini sekaligus menjadi bukti kemampuan klub mempertahankan konsistensi di bawah arahan manajer Spanyol tersebut.
Parade gelar dan potensi Double musim ini diprediksi akan menjadi salah satu momen bersejarah bagi sepak bola Inggris dan Arsenal sendiri. (*)
Para pemain Arsenal merayakan gelar Juara Liga Inggris 2025-2026 setelah menyaksikan Man City ditahan Bournemouth dengan skor 1-1, Selasa (19/5/2026) malam. (IG Arsenal)




-300x173.webp)



