ABU DHABI, UNHAS.TV - Legenda Liverpool, Graeme Souness, terdampar di Abu Dhabi setelah gelombang serangan mematikan di Iran memicu ketegangan militer besar di Timur Tengah.
Mantan kapten The Reds itu mengaku mendengar “dentuman keras” di udara yang disebutnya sebagai sistem anti-misil yang mencegat roket.
Souness, 72 tahun, membagikan situasi tersebut melalui media sosial saat berada di Bandara Abu Dhabi. Dalam video yang diunggahnya, ia memperlihatkan pesawat yang seharusnya membawanya kembali ke Inggris masih tertahan di landasan.
“Itu pesawat saya yang seharusnya membawa saya pulang ke Inggris,” ujarnya. “Kami mendengar dentuman cukup keras. Itu anti-misil yang menembak jatuh rudal yang diarahkan ke pangkalan Amerika.”
Serangan besar terjadi Sabtu pagi waktu setempat setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran.
Presiden AS Donald Trump menyebut operasi tersebut sebagai “major combat operation”. Serangan balasan kemudian menghantam sejumlah target di kawasan Teluk, termasuk Uni Emirat Arab.
Selain Abu Dhabi, kota Dubai, Arab Saudi, Bahrain, Qatar, dan Kuwait juga dilaporkan menjadi sasaran.
Palm Jumeirah Dihantam Drone Shahed
Salah satu lokasi yang terdampak adalah Hotel Fairmont di kawasan Palm Jumeirah, Dubai, yang disebut terkena serangan drone Shahed berkecepatan tinggi. Sedikitnya empat orang dilaporkan terluka, menurut otoritas setempat.
Ribuan penerbangan di Timur Tengah dan Eropa dibatalkan. Ruang udara Iran dan Irak ditutup total. Situasi itu membuat ribuan pelancong dan ekspatriat terjebak, termasuk Souness yang diketahui terakhir berada di Uni Emirat Arab tiga pekan lalu sebagai duta Liverpool.
“Penerbangan dibatalkan. Kekacauan terus berlanjut,” kata Souness dalam video lanjutan. Ia menyebut akan mencari hotel dan menunggu situasi mereda. “Mudah-mudahan ini segera tenang dan kami bisa kembali terbang.”

Serangan balasan Iran ke wilayah pesisir timur Arab. (the sun)
Meski frustrasi, ia mengingatkan pengikutnya agar melihat situasi secara lebih luas. “Kita sering kesal jika penerbangan tertunda. Tapi kita harus memikirkan orang-orang yang mungkin saat ini kehilangan nyawa,” ujarnya.
Ketegangan meningkat setelah laporan menyebut Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, tewas dalam rangkaian serangan tersebut. Kematian tokoh berusia 86 tahun itu disebut terjadi setelah ultimatum dari Washington yang menuntut Teheran menyerah.
Operasi militer gabungan AS-Israel yang diberi sandi “Epic Fury” disebut sebagai salah satu eskalasi paling signifikan dalam konflik kawasan dalam satu dekade terakhir.
Dampaknya terasa luas, termasuk di dunia penyiaran olahraga. Presenter BeIN Sports, Richard Keys, yang bermukim di kawasan Teluk sejak 2013, terpaksa menghentikan siaran jelang liputan Liga Inggris. Ia menyebut situasi “cukup mencekam” dan mengirim doa bagi warga di kawasan tersebut.
Hingga kini, belum ada kepastian kapan penerbangan di kawasan itu akan kembali normal. Otoritas penerbangan internasional terus memantau perkembangan keamanan, sementara ribuan warga asing masih menunggu kepastian di terminal-terminal bandara. (*)
Legenda Liverpool Graeme Souness terjebak di Bandara Abu Dhabi, Uni Emirates Arab oleh serangan balasan Iran, Minggu (1/3/2026).

-300x225.webp)

-300x184.webp)




