Sport

Arsenal Mengawali Musim dengan Meyakinkan, Coventry Jadi Korban dengan Skor 3-0



Kai Havertz mengawali parade kemenangan Arsenal atas Coventry. (Schreenshot The Sun)


Gol kedua Arsenal kembali bermula dari kesalahan Coventry. Rushworth, yang baru dipermanenkan dari Brighton dengan nilai transfer £22,5 juta atau sekitar Rp543 miliar, gagal mengantisipasi bola silang Tzolis yang berubah arah.

Bola justru jatuh ke hadapan Saka. Winger Arsenal itu tinggal menyelesaikan peluang. Declan Rice layak mendapat pujian karena aksi lari panjangnya turut membuka ruang bagi terciptanya gol.

Rushworth sebelumnya menghabiskan musim lalu sebagai pemain pinjaman di Coventry. Penjaga gawang berusia muda itu disebut memiliki potensi masuk jajaran kiper pilihan tim nasional Inggris. Tetapi malam itu menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan.

Arsenal mencetak gol ketiga empat menit setelah babak kedua dimulai. Odegaard melepaskan tembakan setelah menerima umpan Ben White. Eksekusinya sebenarnya tidak bersih. Bola meluncur dengan gerakan aneh dan perlahan melewati Rushworth.

Odegaard tentu tidak peduli bagaimana bola masuk. Yang penting, kapten Arsenal itu kembali mencetak gol. Menariknya, satu gol tersebut sudah menyamai jumlah golnya di Premier League sepanjang musim lalu.

Penampilan Odegaard pun menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Musim sebelumnya ia terganggu cedera dan penurunan performa. Kini, gelandang Norwegia itu tampak kembali bermain dengan keyakinan.

Arsenal juga memasuki musim ini dengan skuad yang lebih dalam. Mereka merekrut Ezri Konsa, yang diperkenalkan sebelum pertandingan. Tzolis, winger yang didatangkan dengan nilai sekitar £34 juta atau sekitar Rp821 miliar, juga langsung memberi kontribusi.

Bruno Guimaraes menjadi rekrutan utama Arsenal, tetapi cedera pangkal paha membuat gelandang itu belum dapat menjalani debut di Premier League.

Arsenal masih dikaitkan dengan sejumlah pemain ofensif, termasuk Julian Alvarez. Namun, transfer tersebut disebut belum menunjukkan tanda-tanda akan terwujud.

Sementara Arsenal tampak semakin percaya diri, Coventry harus menerima kenyataan pahit dari pertandingan pertama mereka setelah kembali ke Premier League.

Manajer Frank Lampard telah menghabiskan sekitar £130 juta atau sekitar Rp3,1 triliun untuk mendatangkan sembilan pemain. Namun hanya empat rekrutan itu yang menjadi starter.

Aurele Amenda dimainkan di jantung pertahanan, sedangkan Loum Tchaouna mengisi sisi kanan. Rushworth dan Frank Onyeka masih berstatus pemain pinjaman dari musim sebelumnya.

Kekalahan ini belum cukup untuk mengukur masa depan Coventry. Musim masih panjang. Sembilan tahun lalu, pada akhir pekan yang sama, mereka bahkan kalah 0-1 dari Newport di League Two. Kini mereka telah kembali ke panggung tertinggi Inggris.

Bagi Arsenal, kesimpulannya lebih sederhana. Juara bertahan itu mengawali musim dengan dua kemenangan 3-0 dalam dua pertandingan resmi. Arteta tampaknya telah melepas rem timnya. Arsenal bermain lebih bebas, tetapi tetap membawa ancaman.

Musim baru memang baru dimulai. Namun, jika tanda-tanda awal ini menjadi petunjuk, para pesaing Arsenal memiliki alasan untuk mulai waspada. (*)