UNHAS.TV - Peningkatan ketegangan diplomatik antara Brasil dan Amerika Serikat menjelang pemilihan umum Brasil berdampak kepada Duta Besar Brasil untuk Washington.
Seorang pejabat Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyebut, Amerika Serikat telah mencabut Duta Besar Maria Luiza Ribeiro Viotti setelah pemerintah Brasil menolak visa kepada dua pejabat Departemen Luar Negeri AS yang ingin mengunjungi Brasil bulan lalu.
Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menuduh para pejabat tersebut ingin "ikut campur" dalam pemilihan umum Brasil, sebuah tuduhan yang disebut AS "tidak berdasar".
Pejabat AS mengatakan keputusan tersebut tidak berarti duta besar Brasil diusir dari AS. Juru bicara Departemen Luar Negeri menyebutnya sebagai "tindakan timbal balik".
"Kami terus berkomunikasi dengan pemerintah Brasil selama berminggu-minggu dan telah memberi pemerintah Brasil setiap kesempatan untuk melakukan hal yang benar, namun mereka terus menunda dan mengaburkan fakta," kata juru bicara Departemen Luar Negeri, sebagaimana dikutip dari BBC.
Ketegangan dua negara ini sebenarnya sudah terjadi dalam beberapa bulan terakhir setelah AS memberlakukan kembali tarif impor bolak-balik (reciprocal tariffs) terhadap Brasil dan menetapkan sejumlah geng Brasil sebagai organisasi teroris.(*)






-300x200.webp)
-300x169.webp)
