Makassar
Pendidikan

Asesmen 464 Kepala Sekolah, Appi Minta Pendidikan Makassar Tak Tinggalkan Budaya Lokal

ASESMEN KEPSEK - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menghadiri asesmen 464 kepala sekolah SD dan SMP di Hotel Claro Makassar, Senin (21/9/2026). Kegiatan digelar untuk memperkuat pendidikan karakter, budaya lokal sekolah. (Dok Pemkot Makassar)

MAKASSAR, UNHAS.TV – Sebanyak 464 kepala sekolah tingkat SD dan SMP mengikuti asesmen yang digelar Pemerintah Kota Makassar di Hotel Claro Makassar, Senin (21/9/2026).

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter, akhlak, tata krama, dan budaya lokal di tengah perkembangan teknologi digital.

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU Bank Sampah pada satuan pendidikan di Kota Makassar. Peserta asesmen terdiri atas kepala sekolah negeri dan swasta.

Munafri, yang akrab disapa Appi, mengatakan pendidikan memiliki peran penting dalam menentukan kualitas generasi masa depan. Menurut dia, pembenahan pendidikan tidak dapat hanya berfokus pada capaian akademik peserta didik.

Pemerintah, kata Appi, juga harus memperhatikan kualitas tenaga pendidik, kurikulum, infrastruktur sekolah, serta pembentukan karakter siswa.

“Tentu, kualitas tenaga pendidik, kurikulum, hingga pembentukan karakter peserta didik. Yang penting hari ini bagaimana persoalan sekolah ini bisa kita selesaikan secara bersama-sama,” kata Appi.

Ia meminta para kepala sekolah tidak hanya mengikuti asesmen sebagai kegiatan administratif. Mereka diminta menyampaikan kondisi nyata serta persoalan krusial yang terjadi di sekolah masing-masing.

Catatan tersebut nantinya disampaikan kepada Dinas Pendidikan Kota Makassar sebagai bahan pemetaan. Pemerintah dapat menggunakan hasil pemetaan untuk menentukan kebutuhan dan prioritas pembenahan.

Appi mengatakan pemerintah ingin memastikan seluruh anak di Makassar memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas dan mudah diakses.

Menurut dia, kepala sekolah mempunyai posisi penting karena mengetahui langsung persoalan di lapangan, mulai dari fasilitas, ketersediaan guru, proses pembelajaran, hingga kondisi peserta didik.

“Harapan kita seluruh kepala sekolah menjalankan program dan menyampaikan hal sangat krusial yang terjadi di sekolah,” ujarnya.

Appi mengatakan pendidikan juga harus membentuk kepribadian peserta didik. Sekolah, menurut dia, tidak cukup hanya melahirkan siswa yang unggul secara intelektual.

Peserta didik juga perlu memiliki akhlak, etika, tata krama, dan karakter yang kuat. Nilai tersebut perlu berjalan bersama dengan kemampuan akademik.

Pemkot Makassar, kata Appi, tengah mempersiapkan penguatan kurikulum, khususnya pada sekolah negeri. Kurikulum tersebut akan memberikan perhatian lebih besar terhadap pendidikan budi pekerti, agama, tata krama, dan nilai budaya yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Appi juga menyoroti cepatnya perkembangan teknologi. Anak-anak saat ini tumbuh bersama internet, berbagai platform digital, algoritma, hingga kecerdasan buatan atau artificial intelligence.

Kondisi itu, menurut dia, menuntut guru dan kepala sekolah terus meningkatkan kemampuan. Tenaga pendidik tidak boleh tertinggal dibandingkan peserta didik dalam memahami perubahan teknologi.

“Kita hidup di dalam dunia algoritma, kita hidup di dalam dunia artificial intelligence yang beberapa tahun lalu hanya merupakan khayalan masa depan dan hari ini kita hidup di dalamnya,” kata Appi.

Namun, perkembangan teknologi, kata dia, tidak boleh membuat sekolah mengabaikan pendidikan karakter dan nilai budaya lokal.

Pemerintah kota juga akan memetakan kondisi infrastruktur pendidikan. Pemetaan dibutuhkan untuk menentukan sekolah yang membutuhkan penanganan lebih dahulu, termasuk persoalan fasilitas serta kebutuhan tenaga pendidik.

Appi mengatakan penyediaan guru juga harus mempertimbangkan keberagaman peserta didik. Pemerintah perlu memastikan ketersediaan guru agama bagi seluruh siswa, termasuk peserta didik dari kelompok minoritas.

Ia juga menyinggung persoalan sekolah yang masih berstatus sengketa. Pemerintah, kata Appi, akan berupaya memberikan kepastian agar masalah tersebut tidak terus berlarut.

“Kami Pemerintah Kota akan menyelesaikan untuk memastikan jangan berlarut-larut dan supaya ada kepastian,” ujarnya.

Tingkatkan Tata Kelola dan Kualitas

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman mengatakan asesmen diikuti 464 kepala sekolah, yang terdiri atas 314 kepala SD negeri, 55 kepala SMP negeri, dan 95 kepala SMP swasta.

Menurut Achi, asesmen menjadi bagian dari upaya meningkatkan tata kelola dan kualitas pendidikan. Kegiatan tersebut juga dikaitkan dengan penguatan program lingkungan hidup di sekolah.

Saat ini, kata dia, terdapat 86 inovasi berkaitan dengan lingkungan yang telah dicanangkan pada jenjang SD dan SMP di Makassar.

Achi mengatakan sekolah mempunyai posisi strategis dalam membentuk kebiasaan anak. Pendidikan lingkungan, menurut dia, tidak cukup diberikan dalam bentuk teori, tetapi harus diterapkan melalui aktivitas sehari-hari.

Kerja sama pengelolaan bank sampah diharapkan menjadi salah satu instrumen membangun kebiasaan tersebut.

“Kami berharap kerja sama ini menjadi langkah nyata untuk membangun sekolah yang bersih, sehat, peduli lingkungan, sekaligus mendidik generasi yang bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan,” kata Achi.

Appi berharap asesmen kepala sekolah dapat menghasilkan pemetaan masalah yang lebih akurat. Hasil tersebut kemudian menjadi dasar pemerintah menyusun kebijakan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan sekolah.

“Dunia pendidikan menjadi dunia yang sangat vital untuk membawa generasi ini tumbuh dan berkembang. Ketika dunia pendidikan ini tidak kita sentuh secara baik, tentu hasilnya juga tidak akan memberikan dampak yang positif,” kata dia. (*)