Sport

Aston Villa Capai Final Eropa Pertama Sejak 1982, Unai Emery Menuju Gelar Kelima Bersejarah

Kapten Aston Villa John McGinn mencetak dua gol untuk memastikan kemenangan Villa atas Forest dan melaju ke final Liga Europa. (The Sun/EPA)

BIRMINGHAM, UNHAS.TV - Aston Villa menembus final kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam 44 tahun setelah menyingkirkan Nottingham Forest lewat kemenangan meyakinkan 4-0 (agg 4-1), Jumat (8/5/2026) dini hari.

Tim asuhan Unai Emery itu tampil dominan di Villa Park dan memastikan tempat di final melalui gol Ollie Watkins, penalti Emi Buendia, serta dua gol John McGinn.

Kemenangan ini memperpanjang reputasi Emery sebagai salah satu pelatih paling berbahaya di kompetisi Eropa.

Pelatih asal Spanyol itu sebelumnya sudah empat kali menjuarai Liga Europa bersama klub berbeda. Kini, ia berpeluang meraih gelar kelima dan membawa Villa kembali ke panggung besar Eropa.

Villa tampil agresif sejak menit awal. Dukungan penuh suporter tuan rumah membuat Forest kesulitan mengembangkan permainan.

Tim tamu juga kehilangan kreativitas setelah Morgan Gibbs-White absen karena cedera kepala yang dialaminya dalam laga melawan Chelsea.

Watkins membuka keunggulan Villa sepuluh menit sebelum turun minum. Penyerang tim nasional Inggris itu mencetak gol dari jarak dekat setelah menerima umpan matang dari Buendia.

Gol tersebut terasa istimewa karena Watkins tetap bermain meski kepalanya dibalut perban besar akibat benturan dengan bek Forest, Morato.

Gol itu menjadi yang ke-16 bagi Watkins musim ini. Performanya yang kembali tajam datang pada waktu penting, terutama menjelang persaingan memperebutkan tempat di skuad Inggris untuk Piala Dunia sebagai pelapis Harry Kane.



KE FINAL - Pangeran William berada di tribun untuk merayakan gol dan kesuksesan Aston Villa melaju ke final Liga Europa, Jumat (8/5/2026) dini hari. (The Sun/Reuters)


Forest sempat mendapat peluang melalui Omari Hutchinson, tetapi tembakannya masih melebar. Selain momen itu, Villa lebih banyak menguasai pertandingan.

Ezri Konsa hampir menyambar tendangan bebas John McGinn, sementara Pau Torres dan Buendia juga sempat memaksa kiper Stefan Ortega bekerja keras.

Pada babak kedua, Forest mencoba mengubah ritme dengan memasukkan Ryan Yates menggantikan James McAtee. Namun perubahan itu tidak banyak membantu. Forest justru semakin kehilangan kreativitas di lini tengah.

Penalti Emi Buendia

Villa kemudian menggandakan keunggulan melalui penalti Buendia pada menit ke-59. Wasit Glenn Nyberg awalnya membiarkan permainan berjalan ketika Pau Torres terjatuh di kotak penalti.

Namun, setelah intervensi VAR, terlihat Nikola Milenkovic menarik baju Torres. Wasit pun menunjuk titik putih.

Buendia mengeksekusi penalti dengan tenang. Sepakannya ke pojok bawah gawang gagal dihentikan Ortega, meski kiper Forest itu menebak arah bola dengan benar. Gol tersebut membuat Villa semakin nyaman mengendalikan pertandingan.

Di tribun, Pangeran William, pendukung setia Aston Villa, ikut larut dalam perayaan. Namun kegembiraan sempat tertahan ketika Watkins kembali mencetak gol, tetapi dianulir karena offside.

Forest mencoba menekan lewat pergantian pemain, termasuk memasukkan Dilane Bakwa dan Lorenzo Lucca. Akan tetapi, tanpa Gibbs-White, serangan mereka tidak cukup tajam untuk membongkar pertahanan Villa.

John McGinn kemudian memastikan kemenangan Villa lewat dua gol cepat. Gol pertamanya lahir 14 menit sebelum laga berakhir setelah menerima umpan Watkins dan menempatkan bola ke sudut jauh gawang.

Tak lama berselang, McGinn kembali mencetak gol dengan kaki kiri, kali ini mengarahkan bola ke sudut berbeda.

Dua gol itu mengakhiri perlawanan Forest. Villa tidak hanya menang, tetapi juga tampil dengan otoritas penuh. Mereka menghapus kekecewaan setelah kekalahan dari Tottenham Hotspur pada akhir pekan sebelumnya, ketika Emery dikritik karena melakukan rotasi besar-besaran.

Kemenangan ini membawa Villa ke final Eropa pertama sejak 1982, saat mereka menjadi juara Eropa. Final di Istanbul kini menanti, dan Emery kembali menunjukkan reputasinya sebagai pelatih spesialis kompetisi Eropa.

Bagi Villa, hasil ini bukan sekadar tiket ke final. Kemenangan tersebut juga membuka peluang lebih besar bagi klub Inggris untuk mengirim enam wakil ke Liga Champions musim depan. Aston Villa kini berada di ambang malam bersejarah lain, dengan Emery sebagai arsitek utamanya. (*)