BERGAMO, UNHAS.TV - Atalanta membalikkan defisit dua gol leg pertama untuk menyingkirkan Borussia Dortmund dengan agregat 4-3 pada babak playoff 16 besar Liga Champions, Kamis (26/2/2026).
Gol penalti Lazar Samardzic pada menit ke-98 memastikan kemenangan 3-1 di leg kedua sekaligus mengunci tiket ke babak 16 besar.
Momen gol penentu datang di penghujung injury time. Kiper Gregor Kobel salah menyapu bola yang jatuh ke kaki Mario Pasalic. Umpan cepat diarahkan ke Nikola Krstovic, yang hendak menyundul sebelum sepatu terangkat Ramy Bensebaini mengenai kepalanya.
Wasit meninjau VAR, menunjuk titik putih, dan memberi kartu kuning kedua kepada Bensebaini. Samardzic menuntaskan tugas penalti dengan sepakan keras ke pojok atas gawang.
Itu sentuhan terakhir pertandingan, sekaligus menyelamatkan wajah sepakbola Italia. Atalanta menjadi satu-satunya klub Italia yang lolos ke babak 16 besar.
Klub Italia lainnya, Inter Milan dan Juventus, dipastikan terhenti langkahnya di babak playoff. Juventus kalah agregat 5-7 dari Galatasaray. Sedangkan Inter Milan yang merupakan finalis musim lalu kalah dari tim gurem yang tak diperhitungkan Bodo/Glimt.
Sebelum drama itu, Atalanta sudah mengubah arah laga. Tertinggal dua gol dari Dortmund di leg pertama, tuan rumah langsung menekan.
Lima menit berjalan, Lorenzo Bernasconi mengirim umpan silang yang salah diantisipasi Bensebaini. Bola mengarah ke Gianluca Scamacca, yang menuntaskan dengan tenang di tiang jauh. Agregat menipis.
Tekanan berlanjut. Menjelang turun minum, Davide Zappacosta melepaskan tembakan dari tepi kotak penalti. Bola sempat menyentuh Bensebaini dan mengecoh kiper Kobel sebelum melambung masuk. Skor agregat menjadi imbang 2-2. Stadion bergemuruh. Momentum sepenuhnya beralih.
Delapan menit babak kedua, Dortmund nyaris merebut kendali. Tembakan Maximilian Beier menghantam tiang, bola pantul membentur Julian Brandt dan keluar. Atalanta selamat.
Tak lama berselang, Marten de Roon melepas umpan silang dari kanan. Pasalic menyundul di tiang jauh. Skor berubah menjadi 3-0 pada malam itu dan membuat Atalanta unggul agregat.
Dortmund merespons lewat pemain pengganti. Karim Adeyemi bekerja sama dengan Carney Chukwuemeka sebelum melepaskan tembakan kaki kiri ke sudut atas. Gol itu mengubah skor menjadi 3-1 dan agregat jadi 3-3. Laga kembali tegang.
Ketika waktu normal habis, pertandingan tampaknya akan menuju perpanjangan. Namun insiden di menit ke-98 memastikan akhir yang berbeda.
Samardzic menjadi pembeda lewat gol penaltinya. Dortmund, yang tengah bersaing dengan Bayern Munich dalam perburuan gelar Bundesliga, harus mengakhiri petualangan Eropa lebih cepat.
Kemenangan ini menempatkan Atalanta di babak 16 besar. Mereka akan menghadapi antara Arsenal atau tim asuhan Vincent Kompany --Bayern Munich, pada fase berikutnya.
Secara statistik, dominasi tuan rumah terlihat jelas. Atalanta mencatatkan expected goals 2,61 dari 15 percobaan, sembilan di antaranya tepat sasaran.
Sedangkan Dortmund hanya menghasilkan xG 0,93 dari tujuh tembakan. Angka-angka itu menegaskan kontrol Atalanta sepanjang leg kedua.
Secara historis, pencapaian ini istimewa. Atalanta menjadi klub pertama yang membalikkan defisit dua gol di fase gugur Liga Champions sejak Liverpool menyingkirkan Barcelona pada semifinal 2018-2019.
Gol pembuka Scamacca juga memperpanjang catatan pribadi. Ia menjadi pemain ketiga yang mencetak gol dalam tiga laga kandang beruntun Atalanta di kompetisi Eropa, setelah Oliviero Garlini pada 1988 dan Ademola Lookman pada 2025.
Di Bergamo, malam itu menjadi bukti bahwa defisit bukan akhir cerita. Atalanta menekan, bertahan, dan menunggu momen. Ketika kesempatan datang, mereka tak menyia-nyiakannya. Dortmund pulang dengan penyesalan. Atalanta melangkah dengan keyakinan. (*)
KARTU MERAH - Pemain Borussia Dortmund Ramy Bensebaini dikartumerah oleh wasit setelah menendang muka Nikola Krstovic. Aksi ini berujung penalti untuk Atalanta dan akhir menang 4-1 (agregat 4-3) atas Borussia Dortmund. (the sun/getty)







