SWISS, UNHAS.TV - Federasi sepak bola dunia, FIFA, akan memperkenalkan lima aturan baru pada Piala Dunia mendatang. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah larangan pemain menutup mulut saat berhadapan dengan lawan—kebijakan yang dijuluki sebagai “aturan Vinicius Jr”.
Langkah itu merupakan respons atas dugaan pelecehan rasial yang dialami bintang Real Madrid, Vinicius Junior, dalam laga Liga Champions melawan Benfica.
Vinicius menuduh pemain muda Benfica, Gianluca Prestianni, melontarkan kata “mono”—bahasa Spanyol untuk monyet—sambil menutupi mulutnya dengan jersey agar ucapannya tak terbaca kamera.
Isu tersebut memicu perdebatan luas soal transparansi dan perlindungan pemain dari rasisme. Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB), pembuat hukum sepak bola, kemudian menyepakati perubahan aturan untuk meningkatkan akuntabilitas di lapangan.
Dengan larangan menutup mulut, percakapan antarpemain diharapkan lebih mudah dipantau ofisial pertandingan dan perangkat VAR.
Selain aturan tersebut, IFAB menyetujui sejumlah perubahan teknis. Pemain yang mendapat perawatan medis diwajibkan berada di luar lapangan selama satu menit penuh.
Kecuali jika insiden melibatkan pelanggaran kartu kuning atau merah. Kebijakan ini dimaksudkan untuk mengurangi praktik mengulur waktu.
Wasit juga akan menerapkan hitungan mundur lima detik bagi pemain yang melakukan lemparan ke dalam dan tendangan gawang. Jika melewati batas waktu, penguasaan bola dapat dialihkan ke tim lawan.
Perubahan lain menyangkut perluasan kewenangan VAR. Teknologi asisten wasit video itu akan dapat meninjau potensi kartu kuning kedua serta keputusan sepak pojok yang keliru. Selama ini, VAR tidak memiliki cakupan untuk dua aspek tersebut.
Dalam proses pergantian pemain, pesepak bola yang ditarik keluar diberi waktu sepuluh detik untuk meninggalkan lapangan.
Jika melampaui batas itu, pemain pengganti tidak diizinkan langsung masuk, sebagai upaya menekan taktik membuang waktu di menit akhir.
IFAB juga akan menguji coba “kartu merah sementara” jika penjaga gawang mengalami cedera. Aturan ini membuat tim untuk sementara bermain dengan sepuluh orang guna mencegah cedera taktis, mengingat kiper saat ini tidak diwajibkan keluar lapangan saat mendapat perawatan.
Di luar itu, proposal perubahan aturan offside yang digagas mantan manajer Arsene Wenger akan diuji coba resmi di liga utama Kanada. Dalam skema baru, gol hanya dianulir jika terdapat jarak jelas antara penyerang dan bek terakhir.
FIFA juga mengumumkan evaluasi dua tahun terhadap sistem VAR guna menyempurnakan penerapannya. Seluruh perubahan ini dirancang untuk meningkatkan sportivitas, mempercepat tempo permainan, serta memperkuat komitmen antirasisme di panggung sepak bola terbesar dunia. (*)
MONOFOBIK - Pemain Benfica Gianluca Prestianni (merah) bersikeras bahwa ia melontarkan hinaan homofobik, bukan yang berbau rasis mono (monyet), kepada striker Real Madrid Vinicius Jr. (the sun/getty)








