Sport

Awal Sempurna dari Michael Carrick, Manchester United Taklukkan City 2-0



Gelandang United Bryan Mbuemo merayakan gol yang dicetaknya bersama Amad. (the sun)


Babak pertama berlangsung sengit namun berakhir tanpa gol. United langsung menekan sejak awal. Pada menit ketiga, Harry Maguire—yang kembali menjadi starter setelah dua bulan—nyaris membuka skor lewat sundulan hasil sepak pojok Bruno Fernandes.

Bola memantul mengenai mistar gawang. Tiga menit berselang, Donnarumma berlari keluar kotak penalti untuk menggagalkan peluang Max Alleyne.

City sempat mendapat jeda tekanan lewat pelanggaran ceroboh Diogo Dalot terhadap Jeremy Doku pada menit ke-11. Wasit Anthony Taylor mengeluarkan kartu kuning setelah menimbang cukup lama. Namun United tak mengendur.

Fernandes menjadi motor permainan, melepaskan umpan-umpan tajam, termasuk switch kelas dunia ke arah Dorgu pada menit ke-21 yang berujung tembakan setengah voli tepat ke pelukan Donnarumma.

Peluang demi peluang datang silih berganti. Amad sempat lolos dan mengecoh Donnarumma, tetapi golnya dianulir karena offside.

Fernandes sendiri sempat menggetarkan jala menjelang turun minum, namun bendera asisten wasit akhirnya terangkat. Keputusan itu benar, meski sempat memberi ilusi gol bagi publik Old Trafford.

Di luar lapangan, dinamika klub turut terasa. Keluarga Glazer dilaporkan kembali ke Amerika Serikat setelah kunjungan ke pusat latihan United, sementara Sir Jim Ratcliffe hadir di tribun direktur.

Kepulangannya bertepatan dengan munculnya kembali spanduk “full sale only” di Stretford End, menjelang rencana aksi protes suporter dua pekan mendatang.

Nuansa rivalitas derby juga menguat dengan spanduk bernada sindiran terhadap City, termasuk tulisan “115” yang merujuk pada tuduhan pelanggaran regulasi Liga Inggris.

Di babak kedua, Guardiola mencoba mengubah keadaan dengan memasukkan Nico O’Reilly dan Rayan Cherki. Namun perubahan itu tak banyak membantu. United tetap dominan.

Setelah Donnarumma menahan sejumlah peluang, Mbeumo akhirnya memecah kebuntuan lewat penyelesaian dingin memanfaatkan serangan balik cepat. Gol Dorgu kemudian mengunci kemenangan dan memastikan awal manis Carrick di kursi pelatih.

Derby ini tak hanya menghadirkan tiga poin bagi United, tetapi juga sebuah pernyataan. Di tangan Carrick, setidaknya untuk sementara, “keajaiban” Old Trafford terasa hidup kembali. (*)