Kesehatan
Mahasiswa
Sulsel

Belajar Mengelola Emosi, Murid SD Baranti Dibekali Strategi Sederhana oleh Mahasiswa KKN PK Unhas



PSIKOEDUKASI - Mahasiswa KKN PK Unhas Andi Siti Fatimah Anwar melaksanakan program kerja individual yakni memberikan materi Psikoedukasi Pengenalan Emosi bagi Murid SD Baranti, Kabupaten Sidrap, Selasa (21/7/2026). (Dok KKN PK Unhas)


Mahasiswa KKN juga memberikan hadiah kepada murid yang aktif sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.

"Kemampuan mengenali dan mengelola emosi termasuk keterampilan sosial-emosional penting bagi anak usia sekolah," ujar Andi Siti Fatimah Anwar.

Keterampilan itu dapat membantu anak mengekspresikan perasaan secara tepat, membangun relasi yang sehat, dan mengurangi perilaku impulsif maupun konflik dengan teman dan lingkungan sekitar.

Pada akhir kegiatan, seluruh peserta mengikuti tes singkat melalui lembar pertanyaan yang telah disiapkan.

"Evaluasi itu digunakan untuk melihat tingkat pemahaman murid setelah mengikuti materi sekaligus menilai efektivitas metode penyampaian yang digunakan," lanjut Fatimah Anwar.

Hasil evaluasi diharapkan menjadi gambaran awal mengenai pemahaman murid terhadap emosi dan cara mengelolanya.

Program tersebut juga diharapkan tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi mendorong siswa mempraktikkan strategi regulasi emosi di sekolah maupun di rumah.

"Bagi anak, kemampuan mengelola emosi dapat menjadi bekal ketika menghadapi tekanan, perbedaan pendapat, atau persoalan dalam pergaulan," jelasnya.

Anak yang mampu mengenali perasaannya cenderung lebih mudah mengambil keputusan, menyelesaikan masalah, dan berkomunikasi tanpa meledak-ledak.

Langkah itu penting karena persoalan emosional pada anak kerap muncul dalam bentuk pertengkaran, penarikan diri, atau reaksi spontan yang sulit dikendalikan tanpa pendampingan yang konsisten dari lingkungan sosial terdekatnya secara terarah sejak usia dini.

Edukasi semacam ini juga menempatkan sekolah sebagai ruang yang penting bagi pembentukan kebiasaan emosional yang sehat.

Guru dan orang tua dapat memperkuat hasil kegiatan dengan memberi kesempatan kepada anak untuk bercerita, mendengarkan tanpa menghakimi, serta membimbing mereka mencari respons yang tepat ketika menghadapi masalah.

Program ini menjadi bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat KKN-PK Gelombang 69 Unhas. Pendekatan yang digunakan berfokus pada upaya promotif dan preventif, khususnya dalam mendukung kesehatan mental anak.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak secara menyeluruh. Tidak hanya pada aspek fisik dan akademik, tetapi juga pada kesehatan psikologis dan kematangan emosional.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN PK Unhas berharap murid di Baranti tumbuh dengan pemahaman bahwa emosi bukan sesuatu yang harus disembunyikan. Emosi perlu dikenali, diterima, lalu dikelola dengan cara yang sehat dan bertanggung jawab. (*)