Sport

Blunder Kepa Buka Jalan City Juara Piala Liga, Fans Arsenal Sebut Sebagai Kiper Terkutuk

TERKUTUK - Sore yang buruk bagi kiper Arsenal Kepa Arrizabalaga, yang dipercaya Mikel Arteta jadi kiper andalan di final piala Liga, Minggu (22/3/2026). Ia melakukan blunder yang berujung kekalahan Arsenal dengan skor 2-0. (The Sun/PA)

LONDON, UNHAS.TV — Kepa Arrizabalaga kembali menjadi sorotan pada final Piala Liga Inggris di Wembley, Minggu (23/3/2026), kali ini bukan karena penyelamatan penting, melainkan kesalahan yang membuka jalan Manchester City menuju kemenangan 2-0 atas Arsenal.

Blunder kiper asal Spanyol itu memicu gelombang kritik dari suporter dan pengamat, yang menilai City mendapat momentum krusial justru dari kegagalan Arsenal menjaga ketenangan di bawah mistar.

Gol pertama City lahir ketika Kepa gagal mengamankan umpan silang Bernardo Silva. Bola lepas dari tangannya, dan Nico O’Reilly, gelandang 21 tahun City, bereaksi paling cepat untuk menyambar peluang.

Gol itu memecah kebuntuan dalam laga yang sebelumnya berjalan ketat dan relatif seimbang. Kesalahan itu terasa makin menyakitkan karena hanya beberapa menit sebelumnya Kepa baru lolos dari ancaman kartu merah.

Dalam satu situasi bola atas ke arah Jeremy Doku, ia berlari keluar kotak penalti untuk memotong serangan, tetapi gagal menyentuh bola dan justru menjatuhkan penyerang City asal Belgia itu.

Wasit menilai insiden tersebut bukan penggagalan peluang emas yang jelas, sehingga Kepa hanya diganjar kartu kuning.

Keputusan itu sempat menjadi napas lega bagi Arsenal. Namun, kelegaan tersebut tak bertahan lama. Kepa tetap berada di lapangan, lalu membuat kesalahan fatal yang mengubah arah pertandingan.

City, yang sempat tampil tanpa banyak celah, mendapat pintu masuk untuk mengontrol final. Empat menit setelah gol pertama, O’Reilly kembali mencetak gol lewat sundulan yang memastikan kemenangan Guardiola.

Bagi banyak pendukung Arsenal, penampilan Kepa di Wembley menghidupkan kembali ingatan buruk tentang rekam jejaknya di final Piala Liga.

Fans Sebut Kiper Terkutuk

Di media sosial, sebagian suporter menyebut kiper itu seperti “terkutuk” di ajang ini. Nada kritik itu merujuk pada dua momen lama yang masih membekas.

Yang pertama terjadi pada final 2019 saat Kepa masih membela Chelsea. Ketika itu, pelatih Maurizio Sarri ingin menggantinya dengan Willy Caballero menjelang adu penalti melawan Manchester City.

Kepa menolak keluar lapangan, dalam salah satu adegan paling kontroversial dalam kariernya. Chelsea akhirnya kalah dalam adu penalti.

Tiga tahun kemudian, dalam final Piala Liga 2022 melawan Liverpool, Kepa kembali terlibat dalam akhir yang pahit. Ia masuk sebagai spesialis adu penalti, tetapi gagal menjadi pembeda.



Statistik Pertandingan Arsenal vs Man City


Chelsea kebobolan dalam seluruh 11 eksekusi lawan, lalu Kepa sendiri melepaskan tendangan yang melambung dan memastikan kekalahan timnya.

Dengan latar seperti itu, kesalahan di Wembley kali ini terasa seperti pengulangan pola lama. Sejumlah suporter mempertanyakan keputusan Arsenal memainkan Kepa dalam laga sebesar final. Sebagian lain menyebut penampilannya goyah sejak awal, terutama setelah insiden terhadap Doku.

Di sisi lain, City memanfaatkan peluang itu dengan efisien. Tim asuhan Pep Guardiola datang ke final dalam tekanan setelah tersingkir dari Liga Champions di pertengahan pekan.

Namun, mereka mampu menyamai intensitas Arsenal, yang sedang memimpin klasemen liga dan difavoritkan banyak pihak. Ketika Arsenal goyah, City menghukum tanpa ampun.

O’Reilly menjadi tokoh utama kemenangan itu. Dua golnya memberi City trofi, sekaligus menutup final dengan cerita yang pahit bagi Arsenal. Bagi Kepa, laga ini menambah daftar malam besar yang ingin segera dilupakan.

Bagi Arsenal, kekalahan di Wembley menyisakan pekerjaan rumah: menata ulang fokus dan memastikan satu kesalahan tidak merusak sisa musim yang masih panjang. (*)