Mahasiswa
News

Mahasiswa KKN-T Unhas Gelar Sosialisasi Pencegahan Bullying di SMP Negeri 2 Tellu Limpoe

BULLYING. Mahasiswa KKN-T Unhas melakukan Sosialisasi Pencegahan Bullying atau Perundungan di SMP Negeri 2 Tellu Limpoe, Kecamatan Tellu Limpoe, Senin (26/1/2026). (dok Abygael)

SIDRAP, UNHAS.TV - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Daerah Universitas Hasanuddin (Unhas) Kelurahan Massepe melaksanakan program kerja Sosialisasi Pencegahan Bullying atau Perundungan.

Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Tellu Limpoe, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap, Senin (26/1/2026). 

Kegiatan ini menyasar seluruh siswa sebagai peserta utama dengan tujuan menumbuhkan kesadaran akan bahaya perundungan sejak dini.

Perundungan merupakan perilaku tidak terpuji yang dapat menyakiti fisik maupun psikis korban, baik melalui kata-kata, tindakan kekerasan, maupun pengucilan secara sengaja.

Program sosialisasi ini dilaksanakan oleh seluruh anggota posko KKN-T Kelurahan Massepe yang dipimpin oleh Hamdy selaku Koordinator Desa (Kordes).

Hamdy menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan sekolah yang aman dan inklusif.

“Kami ingin menanamkan pemahaman kepada siswa bahwa bullying bukan hal sepele. Dampaknya bisa berkepanjangan, sehingga perlu dicegah sejak dini dengan membangun sikap saling menghargai,” ujar Hamdy pada Sabtu (31/1/2026).

Dalam pelaksanaannya, tim KKN-T membagi peran sesuai dengan tanggung jawab masing-masing. Sitti Nur Afni sebagai Humas menjalin koordinasi dengan pihak sekolah, Anggun selaku Sekretaris mengelola administrasi kegiatan.

Kemudian, Siska sebagai Bendahara mengatur kebutuhan logistik, serta Abygael dari divisi Publikasi, Dekorasi, dan Dokumentasi (PDD) yang bertanggung jawab atas penyusunan materi visual dan dokumentasi kegiatan.

Metode sosialisasi diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman awal siswa mengenai definisi dan bentuk-bentuk perundungan.

Selanjutnya, mahasiswa memaparkan materi inti yang mencakup jenis-jenis bullying, dampak negatif terhadap kesehatan mental korban, serta konsekuensi bagi pelaku. 

"Sosialisasi dikemas secara interaktif melalui diskusi kelompok dan sesi tanya jawab agar siswa lebih aktif dan tidak merasa jenuh," jelas Hamdy.

Di akhir kegiatan, dilakukan post-test untuk melihat peningkatan pemahaman siswa setelah menerima materi.

Melalui kegiatan ini,  hamdy berharap, siswa dapat belajar dengan lebih nyaman tanpa gangguan perundungan, serta menumbuhkan karakter positif seperti empati dan sikap saling menghargai. 

"Keberhasilan program ini juga ditandai dengan meningkatnya keberanian siswa untuk melaporkan tindakan perundungan kepada guru atau orang tua, serta terpasangnya poster edukasi di lingkungan sekolah sebagai pengingat jangka panjang," terangnya.

(Achmad Ghiffary M / Unhas TV)