Sport

Bodo/Glimt Giant Killer, Finalis 2025 Tersingkir Memalukan di Kandang Sendiri

CETAK GOL - Mantan striker AC Milan Jens Petter Hauge mencetak gol untuk Bodo/Glimt ke gawang Inter di San Siro, Rabu (25/2/2026) dini hari. (the sun/getty)

MILAN, UNHAS.TV - Kejutan terbesar musim ini lahir di Stadion Giuseppe Meazza. Finalis Liga Champions 2025, Inter Milan, tersingkir dari klub gurem pembunuh raksasa, Bodo/Glimt.

Pada leg kedua babak gugur, Rabu (25/2/2026) dini hari, La Beneamata secara memalukan takluk 1-2 dari klub Norwegia itu. Kekalahan itu memastikan Inter angkat koper dengan agregat telak 2-5.

Datang dengan beban tertinggal 1-3 dari leg pertama di Lingkar Arktik, Inter sebenarnya diunggulkan untuk membalikkan keadaan di kandang sendiri.

Namun, dua gol babak kedua dari Jens Petter Hauge dan Hakon Evjen membungkam publik San Siro. Gol hiburan Alessandro Bastoni di pengujung laga tak cukup menyelamatkan muka raksasa Italia tersebut.

Bagi Bodo/Glimt, hasil ini menjadi pencapaian terbesar dalam sejarah klub. Wakil kota kecil berpenduduk sekitar 50 ribu jiwa itu melaju ke babak 16 besar Liga Champions dalam musim debut mereka di kompetisi elite Eropa.

Lebih dari 3.000 suporter tamu memadati tribun tandang—jumlah yang signifikan untuk klub kecil—dan mereka pulang dengan kisah yang akan dikenang lama.

Ironisnya, jumlah penonton di San Siro malam itu 20 ribu lebih banyak daripada total populasi kota Bodo. Namun mayoritas dari mereka meninggalkan stadion dengan wajah muram.

Pelatih Inter, Cristian Chivu, sebelumnya optimistis timnya mampu melakukan remontada. Kenyataannya, Inter tampil dominan tanpa ketajaman.

Sejak awal laga, Inter langsung mengambil inisiatif serangan. Pio Esposito menyia-nyiakan peluang emas lewat sundulan pada menit ketiga memanfaatkan umpan Federico Dimarco.

Dimarco sendiri hampir mencetak gol lewat sepakan melengkung yang ditepis kiper Nikita Haikin. Marcus Thuram juga mencoba peruntungan dari jarak jauh, tetapi bola hanya melayang tipis di atas mistar setelah membentur pemain lawan.

Namun dominasi itu tumpul. Serangan-serangan Inter kerap berakhir dengan umpan silang yang mudah dipatahkan barisan pertahanan Bodo/Glimt. Seiring waktu berjalan, pola permainan tuan rumah terbaca dan frustrasi mulai terlihat.



Undian Calon lawan babak 16 besar Liga Champions. (the sun)


Petaka bagi Inter datang pada menit ke-58. Manuel Akanji, yang baru saja kembali ke lapangan setelah mendapat perawatan akibat luka di alis, kehilangan bola di tepi kotak penalti.

Ole Didrik Blomberg merebutnya dan berhadapan satu lawan satu dengan Yann Sommer. Meski gagal menaklukkan sang kiper, bola liar disambar Hauge untuk mencetak gol keenamnya di Liga Champions musim ini.

Sempat Membalas Lewat Akanji

Inter sempat membalas lewat sundulan Akanji yang membentur tiang sepuluh menit kemudian. Namun harapan itu benar-benar pupus pada menit ke-72.

Evjen menerima umpan terobosan Hauge dan melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihentikan Sommer. Skor menjadi 2-0 untuk tim tamu dan agregat kian menjauh.

Bastoni sempat memaksa bola melewati garis gawang tak lama berselang, tetapi gol tersebut lebih bersifat kosmetik. Inter gagal menciptakan tekanan berarti di sisa waktu pertandingan.

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi sepak bola Italia. Dengan situasi terkini, seluruh wakil Serie A terancam tersingkir dari Liga Champions. Juventus dan Atalanta masih tertinggal dari lawan masing-masing dan peluang lolos dinilai tipis.

Sebaliknya, Bodo/Glimt menatap babak berikutnya dengan percaya diri. Juara Norwegia empat kali dalam enam musim terakhir itu akan menghadapi pemenang antara Manchester City atau Sporting CP pada fase selanjutnya.

Apa pun hasil undian, mereka telah membuktikan bahwa status “klub kecil” bukan penghalang untuk menumbangkan raksasa Eropa.

Bagi Inter, kegagalan ini memaksa mereka mengalihkan fokus ke kompetisi domestik. Dengan keunggulan 10 poin atas rival sekota AC Milan di Serie A, peluang meraih gelar liga masih terbuka lebar.

Namun, tersingkir secara menyakitkan di Eropa akan meninggalkan noda dalam musim yang semula penuh harapan. (*)