.webp)
STOK BBM - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) bersama BPH Migas melakukan monitoring stok BBM subsidi di SPBU Jalan Racing, Makassar, Minggu (13/9/2026). Evaluasi dilakukan untuk memastikan pasokan Pertalite dan Biosolar tetap aman. (Unhas TV / Wandi Nojeng)
Dari sisi distribusi, volume penyaluran Pertalite juga mengalami peningkatan cukup besar. Jika sebelumnya rata-rata penyaluran mencapai sekitar 800 kiloliter per hari, kini jumlah tersebut meningkat hingga sekitar 1.300 kiloliter per hari.
Peningkatan distribusi dilakukan untuk mengurai antrean dan memenuhi lonjakan kebutuhan masyarakat.
Selain itu, jumlah armada mobil tangki juga ditambah. Dari sebelumnya 83 unit kendaraan operasional, kini Pertamina menyiapkan hingga 108 mobil tangki yang bekerja secara bergantian untuk memastikan distribusi BBM ke SPBU berjalan lancar.
BPH Migas mencatat kondisi antrean di sejumlah SPBU yang sebelumnya mengalami kepadatan mulai berangsur normal.
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, antrean kendaraan kini cenderung menurun setelah dilakukan berbagai intervensi distribusi dan pelayanan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga menerapkan kebijakan pengaturan pembelian BBM melalui sistem ganjil-genap sebagai salah satu upaya mengendalikan kepadatan antrean. Kebijakan tersebut dinilai membantu mengurai konsentrasi kendaraan pada jam-jam tertentu.
Di sisi lain, pola konsumsi masyarakat juga menjadi perhatian dalam evaluasi distribusi BBM. Berdasarkan data BPH Migas, sebagian besar pengguna Pertalite membeli BBM dalam jumlah satu hingga tiga liter, dengan persentase sekitar 80 persen dari total transaksi.
Sementara pembelian kurang dari satu liter mencapai sekitar satu persen, dan pembelian di atas tiga liter sekitar 19 persen.
Wahyudi menjelaskan bahwa waktu transaksi masyarakat juga memiliki pola tertentu. Kepadatan pembelian BBM cenderung meningkat pada pagi hari hingga siang serta malam hingga dini hari.
Pada rentang waktu pukul 06.00 hingga 12.00 dan pukul 22.00 hingga 06.00, masing-masing menyumbang sekitar 32 persen transaksi.
Sementara itu, sekitar 36 persen transaksi terjadi pada siang hingga malam hari, terutama saat masyarakat mulai kembali dari aktivitas pekerjaan.
Pola tersebut menjadi salah satu dasar bagi pemerintah dan Pertamina dalam mengatur distribusi serta operasional SPBU.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah memastikan pasokan BBM subsidi di Makassar tetap terjaga.
Penambahan stok, penguatan distribusi, serta peningkatan pelayanan SPBU menjadi strategi utama agar masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat tetap membeli BBM sesuai kebutuhan dan mengikuti pengaturan pelayanan yang telah diterapkan.
Evaluasi distribusi akan terus dilakukan untuk memastikan pelayanan BBM subsidi berjalan normal di seluruh wilayah Kota Makassar.
(Wandi Nojeng / Unhas TV)


-300x169.webp)




-300x200.webp)
