
GOL SUNDULAN - Harry Kane mencetak gol pertamanya melalui sundulan menyambut umpan silang Anthony Gordon, Kamis (2/7/2026) dini hari. (Screenshot The Sun)
Babak kedua menjadi milik Inggris, setidaknya dalam penguasaan bola dan tekanan. Rashford melakukan penetrasi dari sisi kiri, tetapi penyelesaian akhirnya hanya mengenai jaring samping.
Bellingham kembali memaksa Mpasi-Nzau bekerja keras. Tuchel kemudian menarik para pemain sayapnya dan memasukkan Anthony Gordon serta Bukayo Saka.
Perubahan itu menghidupkan serangan Inggris. Tuchel juga memasukkan Ebere Eze dan menggeser Rice ke posisi bek kanan dalam upaya mengejar gol.
Tekanan terus meningkat, tetapi waktu berjalan cepat. Inggris tinggal 16 menit dari kekalahan yang bisa dikenang setara dengan kekalahan memalukan dari Amerika Serikat pada Piala Dunia 1950.
Penyelamatan datang dari sosok yang sangat dikenal, Harry Kane. Umpan silang Rice mencapai Gordon.
Pemain pengganti itu mengembalikan bola ke tengah. Kane melepaskan diri dari kawalan Mbemba dan menanduk bola masuk. Skor menjadi 1-1.
Lima menit menjelang waktu normal berakhir, Kane kembali mencetak gol. Tembakan Bellingham ditepis Mpasi-Nzau dan bola jatuh ke kaki Gordon.
Ia memberi umpan sederhana kepada Kane. Sang kapten berputar, menjauhi Mbemba dan Axel Tuanzebe, lalu melepaskan tembakan keras yang melesat ke atap gawang.
Gol itu menjadi gol kelima Kane di turnamen ini, gol ke-13 sepanjang kariernya di Piala Dunia, gol ke-20 di turnamen besar, dan gol ke-84 dalam 118 penampilan bersama Inggris.
Inggris selamat. Tetapi kemenangan ini tidak menutup masalah. Tuchel masih harus menjawab banyak pertanyaan: rapuhnya lini belakang, lambannya respons di awal laga, dan ketergantungan berlebihan kepada Kane. Waktu mereka sempit. Azteca menunggu. (*)








