MAKASSAR, UNHAS.TV - Memanfaatkan lahan empang yang sebelumnya terbengkalai, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Bulu Cindea di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, sukses mengembangkan wisata kuliner dan pemancingan ikan yang mampu menarik ribuan pengunjung setiap bulan.
Selain menyajikan suasana asri dan sejuk, tempat ini juga memiliki menu andalan berupa ayam bakar utuh dengan bumbu rujak khas. Bumbu rujak ini berpadu rasa manis dan pedas, dilengkapi dengan lalapan, tempe goreng, dan nasi putih.

Proses penyajiannya terbilang sederhana. Ayam yang telah dimarinasi, dibakar di atas bara api sampai matang sempurna dan berwarna cokelat kehitaman. Saat masih panas, ayam kemudian dilumuri bumbu rujak secara merata agar meresap ke dalam daging. Setelah itu menu disajikan bersama lalapan, tempe goreng, dan nasi putih.
Perpaduan daging ayam yang empuk dengan bumbu rujak yang manis dan pedas menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Cita rasa khas inilah yang membuat banyak pelanggan kembali datang untuk menikmatinya.
Setiap hari, puluhan hingga ratusan pengunjung datang ke tempat wisata kuliner yang dikelola Bumdes Bulu Cindea ini. Mereka tidak hanya menikmati aneka menu yang disajikan tetapi juga menikmati pemamdangan alam dan susana sejuk di kawasan tambak.
Bagi pencinta kegiatan memansing, pengelola juga menyediakan penyewaan alat pancing dan umpan, Meski demikian, ukuran ikan yang ada saat ini masih relatif kecil karena benih baru ditebar beberapa hari lalu.
"Jadi, kami mengupayakan bagaimana meningkatkan pendapatan asli daerah desa dengan memanfaatkan kearifan lokal dan lahan-lahan tidur menjadi tempat wisata dan kuliner. Saat akhir pekan, jumlah pengunjung bisa mencapai sekitar tiga ribu orang dengan omzet antara Rp 8 juta hingga Rp 9 juta per hari. Sedangkan, pada hari biasa penjualannya berkisar Rp 5 juta sampai Rp 7 juta," kata Kepala Desa Bulu Cindea, Made Ali.
Indah, salah seorang pengunjung dari Kota Pangkajene, mengaku tertarik dengan tawaran yang ada di tempat tersebut. "Ini pertama kali saya datang ke tempat ini. Makanannya enak, tadi saya juga mencoba menu lainnya. Tempatnya nyaman karena konsepnya terbuka, pemandangannya bagus, dan cocok untuk bersantai dan berfoto," kata Indah.
Keberadaan wisata kuliner dan pemancingan yang dikelola Bumdes ini tidak hanya menjadi sumber pendapatan asli daerah tetapi juga diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Desa Bulu Cindea.(*)
Muh. Nur Alim, Pangkep (UNHAS TV)
WISATA - Empang terbengkalai jadi lokasi wisata di Desa Bulu Cindea, Kabupaten Pangkep. Foto: Muh. Nur Alim (UNHAS TV)






_1-300x169.webp)

