Nasional

Diskusi AIPI–Unhas: Menakar Demokrasi Musyawarah di Era Lintas Generasi

MAKASSAR. UNHAS.TV – Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) menyelenggarakan diskusi terpumpun seri ke-5 Komisi Kebudayaan di Aula LPPM Unhas, Rabu (27/8/2025).

Forum ini mengusung tema “Ragam Praktik dan Makna Musyawarah dalam Demokrasi Modern Lintas Generasi” yang mempertemukan gagasan dari berbagai lapisan generasi, mulai dari Baby Boomers, Milenial, hingga Gen Z.

Kegiatan dibuka oleh Rektor Unhas Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc bersama Ketua AIPI Prof Daniel Murdiyarso PhD.

Sejumlah pembicara dari beragam latar belakang hadir, termasuk akademisi, konten kreator, hingga perwakilan generasi muda. Diskusi ini dipandu Prof Nurul Ilmu Idrus dan ditutup Prof M Amin Abdullah.

Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan bahwa praktik demokrasi di Indonesia perlu berakar pada nilai musyawarah, bukan semata-mata meniru model demokrasi liberal Barat.

Hal ini sejalan dengan pandangan Rijal Djamal yang menegaskan bahwa demokrasi musyawarah mengutamakan kesetaraan, keterbukaan, partisipasi, dan mufakat.

Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menyebut diskusi lintas generasi ini mampu membuka perspektif baru dalam melihat demokrasi Indonesia.

“Kerja sama AIPI dan Unhas melahirkan gagasan-gagasan bernas dari lintas generasi tentang bagaimana demokrasi dimaknai ulang, sekaligus menjadi jembatan pemikiran antara generasi muda dan generasi sebelumnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua AIPI, Prof Daniel Murdiyarso menekankan pentingnya membawa diskursus kebangsaan ke lingkungan kampus untuk menjangkau generasi muda sebagai calon pemikir masa depan.

Demokrasi modern yang cenderung kuantitatif melalui sistem voting perlu ditimbang kembali dengan nilai musyawarah mufakat yang lebih menekankan kedalaman hati nurani dan budaya lokal.

“Nilai musyawarah atau mappetuada yang hidup dalam masyarakat Bugis-Makassar, misalnya, merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang dapat memperkaya demokrasi modern,” ungkap Prof. Daniel.

Ia menambahkan, forum ini menjadi ruang bagi lintas generasi untuk saling bertukar pandangan mengenai praktik demokrasi di Indonesia dan arah yang akan dituju ke depan.

“Hari ini kita mempertemukan berbagai generasi agar kita dapat melihat bersama bagaimana demokrasi dijalankan, sekaligus menimbang ke mana bangsa ini akan bergerak,” pungkasnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Dr Manuel Kasiepo SIP MH (Praktisi Aliansi Kebangsaan), Dr Arie Sujito SSos MSi (Universitas Gadjah Mada), Prof Dr Phil Sukri MSi (Universitas Hasanuddin), Rijal Djamal SS MSi (Content Creator), serta Sharla Aulia K SSos (Universitas Hasanuddin).

Para narasumber memberikan perspektif dari beragam sudut pandang, mulai dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda, sehingga diskusi berlangsung dinamis dan memperkaya pemahaman mengenai praktik musyawarah dalam demokrasi modern lintas generasi.

Melalui forum ini, AIPI dan Unhas menegaskan komitmen untuk mendorong demokrasi musyawarah sebagai identitas politik bangsa sekaligus warisan budaya yang tetap relevan bagi masa depan Indonesia.

(Andi Putri Najwah / Muhammad Syafrizal / Unhas.TV)