MAKASSAR, UNHAS.TV - Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifly menerima kunjungan kerja studi tiru Bupati Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Muchendi Mahzareki, di Ruang Sekda Kantor Balai Kota Makassar, Kamis (9/7/2026).
Pertemuan itu menjadi ruang silaturahmi sekaligus forum bertukar pengalaman mengenai tata kelola pemerintahan, pengelolaan keuangan daerah, peningkatan pendapatan asli daerah, serta pembangunan infrastruktur.
Dalam pertemuan tersebut, Andi Zulkifly memaparkan kondisi fiskal Pemerintah Kota Makassar yang disebut tetap terkendali meski menghadapi penurunan dana transfer dari pemerintah pusat.
Ia mengatakan pemerintah kota berupaya menjaga keseimbangan anggaran melalui optimalisasi pendapatan dan efisiensi belanja.
“Dari sisi fiskal, kondisi keuangan Kota Makassar tetap terjaga dan seimbang. Walaupun dana transfer dari pemerintah pusat berkurang sekitar Rp500 miliar, kami tetap berupaya menjaga stabilitas keuangan daerah melalui optimalisasi pendapatan dan efisiensi belanja,” kata Andi Zulkifly.
Zulkifli juga menjelaskan sejumlah program prioritas Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin. Salah satunya pembangunan stadion di kawasan Untia.
Menurut dia, proyek tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah kota menyediakan fasilitas olahraga yang representatif bagi masyarakat dan klub PSM Makassar.
“Ini merupakan periode pertama Bapak Wali Kota. Salah satu misinya adalah membangun stadion sebagai bentuk kecintaan beliau terhadap sepak bola dan PSM Makassar," ujarnya.
"Stadion akan dibangun di kawasan Untia dengan pembiayaan murni dari APBD, sementara Dinas Pekerjaan Umum menjadi leading sector pelaksanaannya,” lanjut Andi Zulkifli.
Selain stadion, Pemerintah Kota Makassar juga menargetkan revitalisasi kawasan Pantai Losari. Pemerintah ingin mengembalikan kawasan itu sebagai ikon pariwisata sekaligus ruang publik utama kota.
.webp)
STUDI TIRU - Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifly (kanan) menerima kunjungan kerja studi tiru Bupati Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Muchendi Mahzareki, di Ruang Sekda Kantor Balai Kota Makassar, Kamis (9/7/2026). (Dok Pemkot Makassar)
Zulkifli mengatakan Makassar memiliki posisi strategis sebagai pusat aktivitas ekonomi di Sulawesi Selatan. Kota ini juga menjadi tujuan masyarakat dari daerah penyangga, seperti Maros dan Gowa. Karena itu, pemerintah kota terus mendorong pengembangan sektor pariwisata, kuliner, dan investasi.
“Masyarakat Makassar sangat mencintai sepak bola. Di sisi lain, Bapak Wali Kota juga menargetkan mengembalikan marwah Pantai Losari sebagai ikon kota,” kata Zulkifli.
Investasi di Kawasan Perumahan
Menurut dia, realisasi investasi di Makassar menunjukkan tren positif. Salah satu sektor yang memberi kontribusi besar adalah pengembangan kawasan perumahan.
Pemerintah kota juga memperkuat perlindungan sosial melalui program Mulia Berjasa bagi pekerja rentan serta menjaga cakupan Universal Health Coverage tetap berjalan.
Andi menilai keberhasilan program pemerintah tidak hanya ditentukan oleh perencanaan, tetapi juga kemampuan menyampaikan program kepada warga.
“Sosialisasi menjadi kunci agar seluruh program pemerintah dapat dipahami dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tuturnya.
Bupati Ogan Komering Ilir Muchendi Mahzareki mengatakan kunjungannya ke Makassar dilakukan untuk mempererat hubungan antardaerah sekaligus mempelajari praktik pengelolaan pemerintahan. Ia menyebut sudah mengenal Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin sebelum menjabat kepala daerah.
“Saya memang ingin bersilaturahmi ke Makassar sekaligus belajar langsung. Bahkan saya berencana mengajak Wali Kota Palembang untuk berkunjung ke Makassar agar dapat berdiskusi mengenai berbagai program pembangunan yang berhasil dijalankan di sini,” kata Muchendi.
Menurut Muchendi, salah satu hal yang menarik dipelajari adalah strategi Makassar meningkatkan pendapatan asli daerah. Ia menyebut realisasi PAD Makassar hampir mencapai Rp2 triliun.
“Kami banyak berdiskusi mengenai strategi peningkatan PAD Kota Makassar. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami untuk diterapkan sesuai dengan karakteristik daerah,” ujarnya.
Muchendi mengatakan APBD Kabupaten Ogan Komering Ilir sekitar Rp2,2 triliun sehingga ruang fiskal untuk percepatan pembangunan masih terbatas.
Ia juga menanyakan mekanisme bantuan keuangan khusus Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kepada kabupaten dan kota, terutama untuk pembangunan infrastruktur.
Ia berharap kunjungan tersebut memperkuat kerja sama antardaerah serta menjadi ruang berbagi praktik baik dalam meningkatkan pelayanan publik, memperkuat ekonomi daerah, dan mendorong pembangunan berkelanjutan. (*)
STUDI TIRU - Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifly (kanan) menerima kunjungan kerja studi tiru Bupati Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Muchendi Mahzareki, di Ruang Sekda Kantor Balai Kota Makassar, Kamis (9/7/2026). (Dok Pemkot Makassar)

-300x181.webp)

-300x185.webp)




