Sport

CAF Batalkan Format Empat Tahunan, Piala Afrika Kembali Digelar Setiap Dua Tahun

PIALA AFRIKA - Sadio Mane dari Senegal mengangkat trofi bersama rekan-rekan setimnya saat mereka merayakan kemenangan di ajang Piala Afrika 2025—turnamen yang statusnya masih dipersengketakan. (Screenshot Al Jazeera)

KAIRO, UNHAS.TV - Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) membatalkan rencana penyelenggaraan Piala Afrika atau Africa Cup of Nations (AFCON) setiap empat tahun.

Organisasi sepak bola tertinggi di Benua Afrika itu memutuskan mengembalikan turnamen tersebut ke siklus dua tahunan setelah mengevaluasi kebijakan sebelumnya.

Keputusan itu diumumkan melalui pernyataan resmi CAF setelah rapat Komite Eksekutif. Seluruh anggota komite menyepakati perubahan format penyelenggaraan kompetisi yang selama ini menjadi agenda utama sepak bola Afrika.

"Komite Eksekutif CAF hari ini secara bulat memutuskan bahwa Piala Afrika akan kembali diselenggarakan setiap dua tahun," demikian pernyataan CAF.

Sebelumnya, pada Desember tahun lalu, CAF mengejutkan publik sepak bola dengan mengumumkan rencana mengubah frekuensi AFCON menjadi empat tahun sekali.

Dalam skema tersebut, CAF Nations League diproyeksikan menjadi kompetisi dua tahunan untuk menggantikan posisi AFCON sebagai agenda rutin antartim nasional.

Namun, rencana itu tidak mendapat sambutan luas. Presiden CAF Patrice Motsepe kemudian menyatakan bahwa organisasinya sedang mempertimbangkan untuk mengembalikan jadwal AFCON menjadi dua tahun sekali dalam konferensi strategi di Tanjung Verde awal bulan ini.

CAF menjelaskan, Nations League membutuhkan waktu beberapa tahun untuk menghasilkan pendapatan yang cukup guna menopang keberlanjutan sepak bola Afrika. Pertimbangan finansial tersebut menjadi salah satu faktor dalam perubahan kebijakan penyelenggaraan AFCON.

Motsepe mengatakan keputusan tersebut bertujuan melindungi kepentingan sepak bola Afrika dan 54 asosiasi anggota CAF. Kebijakan itu juga mempertimbangkan kepentingan pemain Afrika yang berkarier di klub-klub luar benua.

"Keputusan untuk mengembalikan AFCON menjadi kompetisi dua tahunan bertujuan memajukan, melindungi, dan mempromosikan kepentingan sepak bola Afrika," kata Motsepe dalam pernyataan resmi.

AFCON berikutnya akan berlangsung pada 2027 dengan Kenya, Tanzania, dan Uganda sebagai tuan rumah bersama. Setelah itu, turnamen dijadwalkan kembali digelar pada 2028, 2031, dan 2033.

CAF tidak akan menyelenggarakan AFCON pada 2030. Organisasi tersebut mempertahankan kebijakan untuk tidak menggelar turnamen pada tahun penyelenggaraan Piala Dunia.

Dengan keputusan ini, AFCON kembali mengikuti tradisi penyelenggaraan dua tahunan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Perubahan tersebut sekaligus mengakhiri rencana CAF menjadikan Nations League sebagai kompetisi utama dua tahunan sepak bola Afrika. (*)