Karier
Mahasiswa

Career Clinic CDC Unhas, Praktisi HR Bagikan Tips Menyusun CV Efektif

CAREER CLINIC - Career Development Center (CDC) Unhas menggelar kegiatan Career Clinic bertema “Bangun Kesan Pertama Lewat CV: Konsultasi dan Benahi CV-mu Langsung Bareng HR” di Arsjad Rasjid Lecture Theater Unhas, Jumat (16/10/2026). (Unhas TV / Zulkarnaen Jumar Taufik)

MAKASSAR, UNHAS.TV – Career Development Center (CDC) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar kegiatan Career Clinic bertema “Bangun Kesan Pertama Lewat CV: Konsultasi dan Benahi CV-mu Langsung Bareng HR” di Arsjad Rasjid Lecture Theater Unhas, Jumat (16/10/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Human Resources Business Partner (HRBP) Officer PT PNM, Indra Syafei SPsi untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai penyusunan curriculum vitae (CV) yang efektif dan sesuai dengan posisi pekerjaan yang dilamar.

Selain pemaparan materi, peserta juga berkesempatan memperoleh konsultasi langsung melalui sesi bedah CV bersama praktisi sumber daya manusia.

Dalam pemaparannya, Indra menekankan bahwa CV tidak harus memuat seluruh pengalaman yang dimiliki pelamar. Informasi yang dicantumkan perlu diseleksi agar relevan dengan pekerjaan yang dituju.

“Apabila misalnya kita bisa menyeleksi dan bisa lebih on target kepada pekerjaan yang disasar, itu akan jauh lebih baik,” ujar Indra.

Selain relevansi isi, Indra menyoroti pentingnya pemilihan kata dalam menjelaskan pengalaman kerja, organisasi, kursus, maupun magang.

Menurutnya, pelamar perlu menunjukkan tanggung jawab yang dijalankan serta hasil atau dampak yang dihasilkan, bukan sekadar menuliskan deskripsi tugas.

Ia mencontohkan, pengalaman mengajar dapat dijelaskan secara lebih spesifik dengan mencantumkan tanggung jawab terhadap jumlah kelas dan periode pelaksanaan kegiatan.

Dengan demikian, CV dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai pengalaman dan kontribusi pelamar.

Pada sesi bedah CV, peserta memperoleh masukan mengenai bagian-bagian yang perlu diperbaiki, mulai dari pemilihan kata, urutan informasi, hingga format penulisan.

Perbaikan disesuaikan dengan kompetensi dan kebutuhan masing-masing pelamar, baik berupa perubahan kecil maupun penyesuaian yang lebih menyeluruh.

Indra juga mengungkapkan sejumlah kesalahan yang kerap dilakukan fresh graduate ketika menyusun CV, di antaranya penggunaan terlalu banyak warna, pemilihan kata kunci yang kurang tepat, serta deskripsi pengalaman yang belum menunjukkan pencapaian secara jelas.

Karena itu, pelamar perlu menyesuaikan CV dengan posisi yang dituju dan menggunakan kata kunci yang relevan dengan kompetensi serta persyaratan pekerjaan.

Salah seorang peserta, Falih Alghoniy Taftazani, fresh graduate Jurusan Teknik Kelautan Unhas, menjadi salah satu peserta terpilih yang berkesempatan mengikuti sesi bedah CV secara langsung bersama Indra.

Melalui sesi tersebut, CV milik Falih ditinjau dan dievaluasi untuk mengidentifikasi bagian-bagian yang perlu diperbaiki agar lebih sesuai dengan posisi pekerjaan yang ingin dilamar.

Falih mengungkapkan bahwa salah satu hal penting yang diperolehnya dari kegiatan tersebut adalah perlunya menyesuaikan CV dengan posisi pekerjaan yang dituju serta mencantumkan pencapaian yang terukur.

“Jangan satu CV untuk semua posisi yang ingin dilamar. CV itu harus disesuaikan. Kemudian, perlunya ada angka dalam CV sebagai indikator keberhasilan. Jadi, jangan hanya sebuah kalimat, tetapi tidak ada dampak dan pencapaiannya,” ungkap Falih.

Setelah mengikuti sesi bedah CV, Falih berharap dapat merevisi CV yang telah dibuatnya berdasarkan masukan yang diperoleh. Ia juga berharap perbaikan tersebut dapat membantunya memperoleh pekerjaan yang diinginkan.

Melalui kegiatan Career Clinic ini, CDC Unhas memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengevaluasi dan memperbaiki CV secara langsung bersama praktisi HR sebagai salah satu langkah mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.

(Husnul Hatima / Zulkarnaen Jumar Taufik / Unhas TV)