SIDRAP, UNHAS.TV - Ancaman anemia selama kehamilan kerap datang tanpa banyak tanda, tetapi akibatnya dapat menjalar hingga proses persalinan dan tumbuh kembang anak.
Berangkat dari persoalan itu, Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Gelombang 116 Angkatan 69 Universitas Hasanuddin Posko Desa Teppo menggelar edukasi pencegahan anemia bagi ibu hamil di Desa Teppo, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sabtu (25/7/2026).
Program bertajuk “Cerdas Konsumsi Tablet Tambah Darah: Langkah Sederhana Cegah Anemia, Wujudkan Generasi Sehat” tersebut menekankan pentingnya kepatuhan mengonsumsi Tablet Tambah Darah atau TTD sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Edukasi diarahkan untuk memperkuat pengetahuan, kesadaran, dan kebiasaan ibu hamil dalam memenuhi kebutuhan zat besi selama kehamilan.
Penanggung jawab progra, Layli Hidayati Purnami, mengatakan kegiatan itu dilatarbelakangi oleh rendahnya kepatuhan mengonsumsi tablet besi, terbatasnya pemahaman mengenai manfaat TTD, serta masih bertahannya mitos tentang efek samping.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko anemia pada ibu hamil. Dampaknya tidak ringan: perdarahan saat persalinan, kelahiran prematur, bayi dengan berat lahir rendah, hingga meningkatnya risiko stunting.
Persoalan konsumsi TTD, menurut materi yang disampaikan Layli Hidayati Purnami, bukan sekadar urusan membagikan tablet.
"Tantangan utama justru terletak pada kebiasaan mengonsumsi secara rutin, kemampuan mengenali keluhan yang muncul, dan keberanian berkonsultasi dengan tenaga kesehatan ketika ibu hamil menghadapi hambatan selama penggunaannya," ujarnya.
.webp)
CEGAH ANEMIA - Mahasiswa KKN Unhas mengedukasi ibu hamil di Desa Teppo, Sidenreng Rappang, Kamis (30/7/2026). Sosialisasi dilakukan melalui diskusi interaktif tentang Tablet Tambah Darah untuk mencegah anemia dan stunting. (Dok KKN PK Unhas)
Dalam sesi edukasi, mahasiswa menjelaskan penyebab anemia pada kehamilan, dampaknya terhadap ibu dan janin, serta pentingnya pemenuhan zat besi.
Peserta juga mendapat penjelasan mengenai tata cara mengonsumsi TTD agar penyerapannya lebih optimal dan manfaatnya dapat diperoleh secara maksimal.
Diskusi berlangsung interaktif. Sejumlah ibu hamil mengungkapkan kendala yang mereka alami, mulai dari rasa mual, lupa minum tablet, hingga kekhawatiran akibat informasi keliru yang beredar di lingkungan sekitar.
Mahasiswa kemudian memberikan penjelasan praktis agar peserta dapat menghadapi keluhan tersebut tanpa menghentikan konsumsi tablet secara sepihak.
Menurut mahasiswa KKN, kepatuhan mengonsumsi TTD merupakan langkah pencegahan sederhana, tetapi menentukan keselamatan ibu dan kualitas pertumbuhan anak sejak dalam kandungan.
Kebiasaan itu juga dinilai menjadi bagian penting dari upaya menekan anemia sekaligus mencegah stunting sejak dini.
Program ini mendapat sambutan positif. Para peserta aktif bertanya dan berbagi pengalaman selama menjalani kehamilan.
Sebagian peserta mengaku memperoleh pemahaman baru bahwa efek samping konsumsi tablet besi dapat dikelola dan tidak semestinya menjadi alasan untuk berhenti.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap edukasi kesehatan tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Perubahan perilaku menjadi sasaran utama.
Dengan meningkatnya pengetahuan dan kepatuhan ibu hamil, risiko anemia diharapkan menurun, kesehatan ibu dan bayi membaik, serta peluang lahirnya generasi sehat, berkualitas, dan bebas stunting semakin besar di Desa Teppo dan sekitarnya. (*)
CEGAH ANEMIA - Mahasiswa KKN Unhas mengedukasi ibu hamil di Desa Teppo, Sidenreng Rappang, Kamis (30/7/2026). Sosialisasi dilakukan melalui diskusi interaktif tentang Tablet Tambah Darah untuk mencegah anemia dan stunting. (Dok KKN PK Unhas)






-300x167.webp)

