Mahasiswa

Mahasiswa PBL FKM Unhas Bangun Sinergi Kesehatan di Wanio Timoreng

Seminar Awal PBL FKM Unhas memperkuat kolaborasi masyarakat dan pemerintah menuju Desa Wanio Timoreng lebih sehat. (Foto: Dok.Pribadi). Seminar Awal PBL FKM Unhas memperkuat kolaborasi masyarakat dan pemerintah menuju Desa Wanio Timoreng lebih sehat. (Foto: Dok.Pribadi).

SIDENRENG RAPPANG — Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) 1 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Posko Desa Wanio Timoreng mengawali kegiatan lapangan melalui Seminar Awal di Aula Kantor Desa Wanio Timoreng, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sabtu (4/7/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan awal antara mahasiswa, pemerintah desa, tenaga kesehatan, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan warga untuk membangun kolaborasi menuju desa sehat berkelanjutan.

Seminar tersebut dihadiri Kepala Desa Wanio Timoreng bersama perangkat desa, dosen supervisor PBL, perwakilan Puskesmas Bilokka, Bhabinkamtibmas, Babinsa, kepala dusun, ketua RT/RW, kader kesehatan, tokoh agama, tokoh pemuda, dan perwakilan masyarakat.

Dalam forum itu, mahasiswa memperkenalkan rencana kerja PBL yang akan berlangsung selama dua minggu dengan fokus pada pendataan rumah tangga dan individu, analisis situasi kesehatan masyarakat, serta penyusunan rekomendasi berbasis kebutuhan desa.

Pendataan lapangan akan menggunakan aplikasi KoboCollect agar data yang diperoleh lebih sistematis, akurat, dan dapat menjadi dasar penyusunan program kesehatan yang tepat sasaran.

Koordinator Desa PBL 1 FKM Unhas Posko Desa Wanio Timoreng, Nur Aura Syafrawa Rifai, mengatakan seminar awal menjadi langkah penting untuk menyamakan pemahaman seluruh pihak mengenai tujuan pelaksanaan PBL.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda akademik, tetapi juga menjadi awal dari kolaborasi yang baik antara mahasiswa dan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, dukungan seluruh elemen desa sangat penting agar proses identifikasi masalah kesehatan dapat berjalan optimal dan menghasilkan rekomendasi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Suasana seminar berlangsung interaktif ketika peserta menyampaikan masukan tentang kondisi kesehatan warga serta berbagai potensi desa yang dapat dikembangkan melalui pendekatan kesehatan masyarakat.

Masukan tersebut menjadi bekal awal bagi mahasiswa dalam menentukan fokus pengamatan selama menjalankan PBL di Desa Wanio Timoreng.

Kepala Desa Wanio Timoreng menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa FKM Unhas dan berharap kegiatan tersebut memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa,” tuturnya.

Ia berharap PBL ini dapat membantu desa memperoleh gambaran kondisi kesehatan masyarakat sekaligus melahirkan rekomendasi yang mendukung pembangunan desa ke depan.

Melalui Seminar Awal ini, mahasiswa, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan dapat membangun kerja sama partisipatif selama seluruh tahapan PBL berlangsung.

Hasil identifikasi dan analisis lapangan nantinya akan dipresentasikan kembali dalam Seminar Akhir sebagai bahan rekomendasi untuk mendukung pembangunan kesehatan di Desa Wanio Timoreng.(*)