JAKARTA, UNHAS.TV - Komitmen Universitas Hasanuddin (Unhas) dalam pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi berbasis kemaritiman kembali memperoleh pengakuan di tingkat global.
Pada hasil Times Higher Education (THE) Sustainibility Impact Ratings 2026, Unhas berhasil menempati peringkat pertama nasional dan menempati peringkat 31 dunia pada kategori SDG 14: Life Below Water. Pencapaian itu juga membuktikan konsistensi Unhas sebagai kampus yang mengemban visi sebagai pusat kajian maritim di Indonesia.
Target ke-14 (Life Below Water) merupakan salah satu tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs) yang berfokus pada konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan sumber daya laut, samudra, dan ekosistem pesisir.
Dalam THE Sustainable Impact Ratings, indikator ini menilai kontribusi perguruan tinggi melalui kebijakan institusi, publikasi ilmiah, aktivitas riset, kolaborasi, serta dampak nyata yang dihasilkan dalam mendukung keberlanjutan ekosistem laut.
Beberapa aspek utama yang menjadi perhatian dalam penilaian SDG 14 meliputi:
- Reduce Marine Pollution (Mengurangi Pencemaran Laut) melalui berbagai upaya pengendalian sampah dan limbah yang berdampak terhadap kualitas perairan.
- Protect and Restore Ecosystems (Melindungi dan Memulihkan Ekosistem Laut dan Pesisir) melalui konservasi dan rehabilitasi kawasan pesisir, mangrove, lamun, serta terumbu karang.
- Reduce Ocean Acidification (Mengurangi Pengasaman Laut) melalui penguatan penelitian dan kolaborasi ilmiah terkait perubahan iklim dan kesehatan laut.
- Sustainable Fishing (Perikanan Berkelanjutan) melalui pengembangan tata kelola perikanan berbasis sains dan keberlanjutan sumber daya.
- Conserve Coastal and Marine Areas (Konservasi Kawasan Pesisir dan Laut) melalui perlindungan kawasan yang memiliki nilai ekologis tinggi.
- End Subsidies Contributing to Overfishing (Mengurangi Praktik yang Mendorong Penangkapan Ikan Berlebihan) untuk mendukung keberlanjutan stok ikan dan ekosistem laut.
- Increase the Economic Benefits from Sustainable Use of Marine Resources (Meningkatkan Manfaat Ekonomi dari Pemanfaatan Berkelanjutan Sumber Daya Laut) bagi masyarakat pesisir melalui pengembangan perikanan, budidaya, dan ekonomi maritim.
- Increase Scientific Knowledge, Research and Technology for Ocean Health (Meningkatkan Pengetahuan, Riset, dan Teknologi untuk Kesehatan Laut) melalui publikasi ilmiah, inovasi, dan pengembangan teknologi kelautan.
- Support Small Scale Fishers (Mendukung Nelayan Skala Kecil) melalui pemberdayaan masyarakat pesisir dan penguatan akses terhadap sumber daya dan pasar.
- Implement and Enforce International Sea Law (Mendukung Implementasi Hukum Laut Internasional) dalam upaya menjaga keberlanjutan pemanfaatan sumber daya laut.
Peringkat yang diraih Unhas menunjukkan bahwa berbagai aktivitas akademik dan riset yang dikembangkan selama ini telah memberikan kontribusi nyata terhadap pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan.
Rektor Unhas, Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc menegaskan bahwa capaian ini semakin memperkuat identitas Unhas sebagai kampus maritim yang secara konsisten berkontribusi dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan.
"Hasil tersebut juga sejalan dengan arah pengembangan Unhas yang menempatkan bidang kemaritiman sebagai salah satu fokus utama dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat," kata Prof JJ.(*)








