MAKASSAR, UNHAS.TV - Langkah Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mencari kendaraan listrik untuk ekosistem transportasi di Nusantara menyentuh kampus.
Tim Otorita IKN dipimpin Direktur Sarana Prasarana Dasar Cakra Nagara datang ke Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk menguji tiga prototipe mobil listrik buatan Fakultas Teknik Unhas, Sabtu (9/5/2026).
Tiga unit yang diuji coba di area Gedung Rektorat Unhas Tamalanrea yakni shuttle car berkapasitas 8-10 penumpang, executive car model golf car, dan clean car untuk angkutan sampah.
Ketiganya dikembangkan tim khusus Unhas sejak tahun 2025 dan diluncurkan terbatas di lingkungan kampus pada akhir tahun lalu.
“Ini penjajakan. Kami cek langsung apakah produk riset ini layak diterapkan di IKN atau tidak. Prinsipnya, riset harus bisa diimplementasikan, tidak berhenti di lab,” kata Cakra Nagara usai melakukan test drive.
Ia menegaskan IKN butuh teknologi transportasi rendah emisi yang adaptif karena mengusung konsep green city, smart building, smart city.
Kerja sama Unhas dan Otorita IKN sebenarnya sudah dimulai sejak Januari 2026. Keduanya lalu menandatangani Nota Kesepahaman pada April 2026 yang mencakup pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, hingga pengembangan SDM dan kajian ilmiah untuk IKN.
Kunjungan tim Otorita IKN ke Unhas ini jadi langkah implementasi pertama di bidang teknologi. “Kami tidak mau kerja sama hanya di atas kertas. Harus ada produk nyata yang didorong,” ujar Cakra.
Ia menyebut selain kendaraan listrik, penjajakan juga menyasar “pengabdian masyarakat” dan pemberdayaan kepakaran Unhas untuk kebutuhan Nusantara.
Program Strategis Universitas
Dekan Fakultas Teknik Unhas Prof Muhammad Isran Ramli menjelaskan, pengembangan mobil listrik merupakan program strategis universitas.
“Atas arahan Rektor, dibentuk tim khusus sejak tahun lalu. Target kami jelas: hilirisasi. Hasil riset harus dipakai mitra, baik pemerintah, industri, maupun dunia usaha. Itu indikator kampus berdampak,” kata Prof Isran.
Meski belum membeber spesifikasi detail ke publik, tim Unhas menyebut shuttle car dirancang untuk mobilitas jarak pendek di kawasan perkantoran dengan kecepatan maksimal 40 km/jam.
.webp)
MOBIL LISTRIK - Tim Otorita IKN dipimpin Direktur Sarana Prasarana Dasar Cakra Nagara datang ke Unhas untuk melakukan pengujian tiga prototipe mobil listrik buatan Fakultas Teknik Unhas, di Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Sabtu (9/5/2026). (Dok Humas Unhas)
Executive car menyasar mobilitas tamu VVIP di area tertutup. Clean car didesain dengan bak tertutup dan sistem hidrolik sederhana untuk sampah domestik.
Dari hasil uji coba awal, Otorita IKN memberi catatan. “Masih kami evaluasi. Ada aspek ketahanan baterai di iklim tropis, kenyamanan suspensi, hingga standar keselamatan jalan. Ini baru uji fungsi dasar,” kata Cakra.
Ia menambahkan, semua kendaraan yang akan beroperasi di IKN wajib mengantongi Sertifikat Uji Tipe dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Prof Isran mengakui tantangan hilirisasi masih panjang. “Setelah proof of concept di kampus, tahap berikutnya uji jalan, sertifikasi, dan model bisnis. Kalau IKN butuh 50 unit shuttle, kami harus bicara dengan industri untuk scale up produksi. Kampus tidak akan jadi pabrik,” ujarnya.
Langkah Otorita IKN melirik produk kampus sejalan dengan target Nusantara. Perpres 63/2022 tentang Perincian Rencana Induk IKN menargetkan 80% perjalanan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) menggunakan transportasi umum dan kendaraan tanpa emisi pada 2045.
Saat ini Otorita IKN telah menandatangani kerja sama pengadaan 10 bus listrik dengan BUMN dan menjajaki Autonomous Rail Transit (ART) dari China. Mobil listrik skala kecil seperti buatan Unhas berpeluang mengisi ceruk first-mile/last-mile di kawasan pemerintahan, hunian ASN, atau area wisata.
Pengamat transportasi dari ITB, Dr. Sony Sulaksono, yang dihubungi terpisah menilai kolaborasi kampus-pemerintah positif tapi harus realistis.
“Bagus untuk riset dan showcase. Tapi untuk operasional harian IKN, faktor reliability, spare part, dan after sales jadi kunci. Kampus perlu menggandeng industri sejak awal,” katanya.
Baik Unhas maupun Otorita IKN sepakat akan masuk ke tahap kajian tekno-ekonomi. Isu yang akan dibahas: skema pengadaan, transfer teknologi, biaya per unit, hingga potensi joint production dengan mitra industri.
“Kami terbuka. Kalau spesifikasinya harus diubah menyesuaikan kontur dan cuaca di Sepaku, tim kami siap,” kata Prof. Isran.
Sementara Cakra menyebut hasil evaluasi 3-6 bulan ke depan akan menentukan apakah prototipe Unhas masuk daftar shortlist pengadaan IKN 2027.
Kunjungan tersebut juga dihadiri Tim Percepatan Pembangunan IKN dan peneliti Pusat Teknologi Transportasi Unhas. Selain test drive, dilakukan diskusi tertutup membahas peta jalan hilirisasi dan skema pendanaan riset lanjutan. (*)
MOBIL LISTRIK - Tim Otorita IKN dipimpin Direktur Sarana Prasarana Dasar Cakra Nagara datang ke Unhas untuk melakukan pengujian tiga prototipe mobil listrik buatan Fakultas Teknik Unhas, di Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Sabtu (9/5/2026). (Dok Humas Unhas)








