MANCHESTER, UNHAS.TV – Manchester United mengakhiri malam penuh tekanan dengan kemenangan dramatis setelah membalikkan ketertinggalan dua gol menjadi kemenangan 3-2 atas AS Roma di Old Trafford, Rabu (4/11/2026) dini hari.
Matheus Cunha menjadi aktor utama kebangkitan Setan Merah lewat dua gol dalam rentang tiga menit pada babak kedua.
Hasil ini sekaligus membuka peluang bagi Michael Carrick untuk mempertahankan posisinya sebagai pelatih setelah timnya gagal meraih kemenangan dalam sembilan pertandingan sebelumnya.
Kemenangan tersebut terasa sulit dipercaya jika melihat penampilan Manchester United pada babak pertama. Tuan rumah tampil rapuh, kehilangan kendali permainan, dan kesulitan mengantisipasi serangan Roma.
Dua gol yang bersarang di gawang Senne Lammens membuat pendukung United semakin frustrasi. Bahkan, ketika jeda pertandingan tiba, sorakan kekecewaan menggema dari tribun Old Trafford.
Roma membuka keunggulan pada menit ke-17 melalui Matias Soule. Gol itu berawal dari kesalahan Kobbie Mainoo yang kehilangan penguasaan bola di wilayah pertahanan sendiri.
Rodrigo Mora kemudian memanfaatkan ruang di sisi kiri setelah Diogo Dalot gagal menjalankan tugas bertahan dengan baik.
Situasi semakin buruk ketika pertahanan United kembali melakukan kesalahan. Dalot berada terlalu jauh dari posisinya, sementara Harry Maguire gagal mengantisipasi pergerakan Soule.
Bola yang semula terlihat tidak berbahaya kembali dikuasai pemain Roma tersebut. Soule kemudian melepaskan tembakan yang mengenai tangan kanan Heaven.
Wasit asal Spanyol, Jesus Gil Manzano, langsung menunjuk titik putih. Donyell Malen yang dipercaya menjadi eksekutor menjalankan tugasnya dengan baik. Ia mengecoh Lammens dan membawa Roma unggul 2-0.
Keunggulan tersebut membuat Roma semakin percaya diri. Tim asuhan Gian Piero Gasperini tampil lebih agresif, memiliki pergerakan lebih terorganisasi, dan mampu mengeksploitasi kelemahan lini belakang United. Sebaliknya, permainan tuan rumah terlihat tidak memiliki arah yang jelas.
Keputusan Carrick menempatkan Dalot dan Leny Yoro sebagai pemain sayap tambahan juga menjadi sorotan.
Keduanya dinilai tidak mampu memberikan kontribusi optimal karena harus menjalankan peran yang berbeda dari posisi utama mereka. Eksperimen taktik tersebut justru membuat keseimbangan permainan United terganggu.
Penalti Fernandes Ubah Jalannya Pertandingan
Tekanan terhadap United tidak berhenti sampai jeda. Roma beberapa kali memperoleh peluang untuk memperbesar keunggulan.
Yoro bahkan harus melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang Soule yang berpotensi menghasilkan gol ketiga. Lammens juga bekerja keras menghalau tembakan Malen.
Suasana Old Trafford semakin panas. Pendukung tuan rumah meluapkan kekecewaan kepada pemilik klub, Sir Jim Ratcliffe, dan keluarga Glazer.
Pemain United pun tidak luput dari kritik. Sorakan negatif terdengar ketika kedua tim meninggalkan lapangan menuju ruang ganti.
Namun, pertandingan berubah setelah babak kedua dimulai. United menunjukkan intensitas permainan yang berbeda. Mereka mulai meningkatkan tekanan dan berusaha mengambil alih penguasaan bola.
Meski demikian, masalah kembali muncul ketika Carlos Baleba mengalami cedera hamstring hanya 45 detik setelah babak kedua berjalan. Situasi tersebut sempat menambah kekhawatiran di kubu tuan rumah.
United kemudian mendapatkan peluang melalui Bruno Fernandes. Wasit memberikan penalti setelah Cunha terjatuh dalam situasi yang melibatkan Gianluca Mancini. Keputusan tersebut diperiksa melalui Video Assistant Referee (VAR).
Kiper debutan Roma, Devis Vasquez, berhasil menggagalkan eksekusi pertama Fernandes. Namun, pemeriksaan VAR menemukan Bryan Cristante lebih dahulu memasuki area penalti sebelum tendangan dilakukan. Wasit memutuskan tendangan harus diulang.
Fernandes kembali maju dan kali ini berhasil mencetak gol. Tendangan kapten United tersebut mengubah skor menjadi 1-2 sekaligus menghidupkan kembali harapan pendukung tuan rumah.
United hampir menyamakan kedudukan beberapa saat kemudian. Bryan Mbeumo melepaskan tembakan yang membentur kedua tiang gawang sebelum akhirnya berhasil dibuang pemain Roma. Peluang itu memperlihatkan perubahan tekanan yang mulai menyulitkan pertahanan tim tamu.
Roma sempat berusaha mempertahankan keunggulan dengan memperkuat pertahanan. Namun, United terus menyerang dan menemukan celah yang sebelumnya sulit mereka ciptakan.
Dua Gol Cunha Membalikkan Keadaan
Matheus Cunha kemudian menjadi pusat perhatian. Penyerang asal Brasil tersebut mencetak dua gol dalam rentang tiga menit dan mengubah pertandingan yang sebelumnya tampak menjadi kekalahan United menjadi kemenangan yang tidak terduga.
Gol pertama Cunha tercipta setelah Leonardo Balerdi gagal menyapu bola dengan sempurna. Kesalahan tersebut membuat bola jatuh ke ruang yang tepat bagi Cunha. Tanpa membuang kesempatan, ia menyelesaikan peluang dari jarak dekat dan menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Gol itu langsung mengubah suasana stadion. Pendukung United yang sebelumnya dipenuhi kekecewaan kembali memberikan dukungan. Para pemain tuan rumah juga terlihat semakin percaya diri untuk mengejar kemenangan.
Cunha belum selesai. Dalam serangan berikutnya, ia berhasil melewati penjagaan pemain Roma sebelum melepaskan tembakan keras dari sudut sempit. Bola meluncur melewati Vasquez dan membentur bagian dalam tiang gawang sebelum masuk ke dalam jala.
United berbalik unggul 3-2. Old Trafford yang sebelumnya menjadi tempat luapan kemarahan berubah menjadi arena perayaan. Para pendukung bersorak menyambut kebangkitan yang sebelumnya sulit dibayangkan.
Namun, Cunha harus mengakhiri pertandingan lebih cepat setelah menerima kartu kuning kedua. Ia meninggalkan lapangan dengan ekspresi tidak percaya. Meski bermain dengan sepuluh orang pada fase akhir pertandingan, United mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.
Kemenangan ini menjadi hasil penting bagi Carrick. Sebelum pertandingan, posisinya berada dalam tekanan menyusul rentetan hasil buruk United.
Kekalahan dari Roma berpotensi semakin memperburuk situasi dan meningkatkan tuntutan agar manajemen klub melakukan perubahan di kursi pelatih.
Kini, kemenangan dramatis tersebut memberikan Carrick kesempatan untuk membuktikan kemampuannya. Meski belum menjamin masa depannya, hasil ini setidaknya menjadi modal untuk memperbaiki kepercayaan diri tim.
Bagi pendukung United, kemenangan tersebut juga menghadirkan kembali harapan setelah serangkaian penampilan mengecewakan. Kebangkitan dari ketertinggalan dua gol menunjukkan bahwa tim masih memiliki kemampuan untuk merespons tekanan.
Namun, persoalan pertahanan dan ketidakstabilan permainan tetap menjadi pekerjaan rumah Carrick. Kemenangan atas Roma belum menghapus kelemahan yang terlihat sepanjang babak pertama.
Malam itu, Cunha menjadi pahlawan Old Trafford. Sementara bagi Carrick, tiga gol United bukan hanya mengubah hasil pertandingan, tetapi juga memberinya waktu untuk memperjuangkan masa depannya di klub tersebut. (*)
PENYELAMAT - Striker asal Brasil Matheus Da Cunha menjadi penyelamat MU saat kalahkan AS Roma 3-2 di pertandingan Liga Champions 2026 di Stadion Old Trafford, Rabu (4/11/2026). (Screnshot The Sun)

-300x141.webp)






