Mahasiswa
Sulsel

Dari Gizi hingga DBD, KKN PK Unhas Tutup Pengabdian di Desa Carawali Sidrap dengan Seminar Hasil

PROGRAM KESEHATAN - Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Unhas memaparkan hasil program kesehatan di Desa Carawali, Sidrap, dalam seminar akhir pengabdian, Rabu (12/8/2026). Kegiatan dilakukan bersama pemerintah dan warga melalui evaluasi program secara terbuka. (Dok KKN Unhas)

SIDRAP, UNHAS.TV - Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin menggelar Seminar Hasil Program Kerja di Desa Carawali, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian pengabdian mahasiswa sekaligus forum evaluasi terhadap program kesehatan yang telah dijalankan selama masa KKN.

Seminar dihadiri pemerintah desa, perangkat desa, masyarakat, dan mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas.

Dalam forum tersebut, mahasiswa memaparkan capaian program yang berfokus pada peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan.

Mahasiswa KKN PK Unhas, Mifta Iftitah Anwar mengatakan, salah satu program yang dipresentasikan adalah pemeriksaan status gizi siswa sekolah dasar melalui pengukuran berat dan tinggi badan.

"Data tersebut digunakan untuk memberi gambaran awal mengenai kondisi pertumbuhan anak di lingkungan sekolah," ujarnya.

Mahasiswa juga memberikan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS melalui praktik mencuci tangan dan menyikat gigi.

Program lain menyasar pencegahan Demam Berdarah Dengue dengan memperkenalkan Gerakan 3M Plus dan pelatihan pembuatan larva trap.



SEMINAR HASIL - Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Unhas memaparkan hasil program kesehatan di Desa Carawali, Sidrap, dalam seminar akhir pengabdian. Kegiatan dilakukan bersama pemerintah dan warga melalui evaluasi program secara terbuka. (Dok KKN Unhas)


Perhatian terhadap kesehatan balita turut menjadi bagian dari kegiatan. Melalui program Gerak Sigap Balita, mahasiswa memberikan edukasi mengenai penanganan masalah gizi dan diare kepada masyarakat.

Dalam seminar tersebut, mahasiswa tidak hanya memaparkan hasil kegiatan, tetapi juga menerima masukan dari pemerintah desa dan warga.

Siti Annisa Nur Halizah dari Program Studi Kedokteran Gigi menambahkan, evaluasi itu dinilai penting untuk melihat efektivitas program serta kemungkinan melanjutkan praktik kesehatan yang telah diperkenalkan.

Seminar hasil juga menjadi bentuk pertanggungjawaban mahasiswa terhadap seluruh kegiatan pengabdian di Desa Carawali.

Forum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk merefleksikan proses pelaksanaan program dan memperkuat hubungan antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat.

Seiring berakhirnya masa KKN, mahasiswa berharap pengetahuan serta praktik kesehatan yang telah diberikan tidak berhenti setelah program selesai.

Masyarakat diharapkan dapat menerapkan kebiasaan hidup sehat secara mandiri dan berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari. (*)