MAKASSAR, UNHAS.TV - Hingga pekan ketiga, unjuk rasa makin melebar dan membesar di wilayah Iran. Tercatat sudah 544 jiwa terbunuh akibat penentangan mereka kepada pemerintah.
Tidak hanya itu, unjuk rasa serupa juga berlangsung di Los Angeles, Amerika Serikat. Seseorang telah ditahan karena menggunakan truk untuk menerobos peserta unjuk rasa anti pemerintah di Los Angeles.
Unjuk rasa juga terjadi di London. Seorang pria berhasil menurunkan bendera Iran yang terpasang di Gedung Kedutaan Besar Iran di London, Inggris. Unjuk rasa itu diikuti lebih dari 30 ribu orang di pusat Kota London.
Pemerintah Amerika Serikat berkeingingan untuk turun langsung mengatasi masalah tersebut agar korban jiwa tidak bertambah. Rencana yang diajukan yakni pelibatan tenaga militer.
Namun, parlemen Iran mengingatkan agar Amerika Serikat tidak boleh campur tangan dan apabila Amerika Serikat bersikeras, maka Iran akan bereaksi keras dengan menyerang militer Amerika dan produk serta perusahaan milik Amerika sebagai sasaran.
Pemerintah Iran terus berusaha meredam unjuk rasa itu dengan mematikan jaringan internet di seluruh wilayah negeri.
Pemerintah juga sudah menurunkan pasukan Basij, pasukan paramiliter yang pernah ditampulkan pada Hari Al Quds di Teheran, Maret tahun lalu.
Ini adalah kelompok paramiliter yang merupakan kepanjangan sayap dari Korps Penjaga Revolusi Iran yang dibentuk setelah suksesnya gerakan Revolusi Islam yang dipimpin Ayatollah Ruhollah Khomeini. (*)
LONDON - Demo anti pemerintah Iran di Kota London. Foto: tangkapan layar





-300x201.webp)


