MAROS,UNHAS.TV – Semangat membangun desa melalui perpaduan infrastruktur berkelanjutan dan teknologi digital mewarnai Seminar Program Kerja (Proker) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Infrastruktur Pekerjaan Umum (PU) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 di Kelurahan Baji Pamai, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, Selasa, 14 Juli 2026, ketika puluhan mahasiswa mempresentasikan serangkaian inovasi yang dirancang untuk memperkuat pelayanan publik, meningkatkan kualitas lingkungan, serta mempercepat transformasi digital berbasis kebutuhan masyarakat.
Seminar yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WITA tersebut dihadiri Lurah Baji Pamai, Sofyan, perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, serta warga yang antusias menyimak berbagai gagasan pengabdian yang memadukan pembangunan fisik dengan pemanfaatan teknologi tepat guna.
Kegiatan itu menjadi titik awal kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa yang tidak hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kapasitas masyarakat melalui inovasi dan digitalisasi.
Model pengabdian seperti ini sejalan dengan arah pembangunan nasional yang mendorong transformasi digital hingga ke tingkat desa serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan tentang kota dan permukiman berkelanjutan, inovasi infrastruktur, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta kemitraan untuk pembangunan.
Rocket Stove Jadi Solusi Pengelolaan Lingkungan
Salah satu program unggulan yang menarik perhatian peserta seminar adalah rencana pembangunan Rocket Stove di kawasan sekitar Kantor Kelurahan Baji Pamai.
Rocket Stove merupakan teknologi tungku pembakaran berdaya guna tinggi yang dikenal mampu menghasilkan panas lebih besar dengan konsumsi bahan bakar lebih sedikit dibandingkan tungku konvensional.
Teknologi tersebut juga menghasilkan emisi asap yang lebih rendah sehingga dinilai lebih ramah lingkungan dan berpotensi membantu masyarakat dalam mengurangi praktik pembakaran sampah yang tidak terkendali.
Mahasiswa KKN-T tidak hanya merancang pembangunan fasilitas tersebut, tetapi juga menyiapkan modul penggunaan dan panduan perawatan agar masyarakat mampu mengelolanya secara mandiri dan berkelanjutan.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa solusi lingkungan tidak cukup diwujudkan melalui pembangunan fisik semata, melainkan juga melalui edukasi yang mendorong perubahan perilaku masyarakat.
Infrastruktur Dirancang Lebih Terencana dan Berkelanjutan
Selain isu lingkungan, kelompok KKN-T juga menaruh perhatian besar terhadap penguatan infrastruktur dasar di Kelurahan Baji Pamai.
Mahasiswi Teknik Sipil, Izzah Mutia Zahra, menyusun Detail Engineering Design (DED) beserta Rancangan Anggaran Biaya (RAB) pembangunan jembatan bentang 10 meter di RW Sengkalantang sebagai dokumen teknis yang dapat menjadi acuan pemerintah apabila pembangunan fisik direalisasikan pada masa mendatang.
Penyusunan DED merupakan tahapan penting dalam pembangunan infrastruktur karena memastikan aspek keamanan konstruksi, efisiensi biaya, serta keberlanjutan pemeliharaan telah dipertimbangkan secara ilmiah sebelum pekerjaan dilaksanakan.
Pada sektor fasilitas umum, Nayla Alyssa Salsabila dari Program Studi Arsitektur menyusun modul kerja beserta buku saku pemeliharaan Masjid Nurul Hidayah Mangallekana agar pengelolaan fasilitas ibadah berlangsung lebih terencana dan berkesinambungan.
Mahasiswa Teknik Kelautan, Radikal, turut menghadirkan inovasi berupa papan informasi digital berbasis QR Code di Rumah Imam, Rumah RW Allu, dan Satanggi sehingga masyarakat dapat mengakses berbagai informasi pelayanan secara cepat melalui telepon pintar.
Digitalisasi Pelayanan Publik Menjadi Prioritas
Transformasi digital menjadi salah satu tema besar yang diusung mahasiswa KKN-T Gelombang 116 dalam pengabdian mereka di Baji Pamai.
Mahasiswa Sastra Arab, Rahmat, memperkenalkan program SENGKALANTANG (Sinergi Edukasi Nilai Gema, Kelola Akustik, Lokasi Audio, dan Nama Tata Arah Nuansa Gerbang) yang mengintegrasikan perbaikan sistem akustik masjid dengan penyediaan papan informasi digital berbasis QR Code sehingga informasi kegiatan keagamaan dapat diakses lebih mudah oleh masyarakat.
Sementara itu, Athira Suci Ramadhani dari Program Studi Geofisika mengembangkan sistem digital struktur organisasi kelurahan yang memungkinkan pembaruan data dilakukan secara lebih cepat tanpa harus mencetak ulang seluruh media informasi.
Inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.
SIGAP-JI Integrasikan Data, UMKM, dan Peta Geospasial
Seluruh potensi wilayah dan berbagai inovasi digital tersebut akan dipadukan melalui portal SIGAP-JI (Sistem Informasi Geospasial, Aspirasi, dan Potensi Baji Pamai) yang dikembangkan oleh mahasiswa Teknik Pertambangan, Muhammad Fadil.
Portal tersebut dirancang memuat peta berbasis Geographic Information System (GIS), informasi infrastruktur, data pelayanan publik, katalog produk pertanian dan perikanan, hingga ruang aspirasi masyarakat dalam satu platform digital yang mudah diakses.
Platform ini juga akan memberikan pendampingan penggunaan sistem pembayaran digital QRIS kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sehingga mereka dapat memperluas akses pasar sekaligus beradaptasi dengan ekosistem ekonomi digital yang terus berkembang.
Pemanfaatan teknologi geospasial dalam pembangunan desa dinilai semakin penting karena mampu membantu pemerintah mengambil keputusan berbasis data yang lebih akurat, mulai dari perencanaan infrastruktur hingga pengembangan kawasan ekonomi lokal.
Pemerintah Kelurahan Beri Apresiasi Tinggi
Berbagai gagasan yang dipaparkan mahasiswa memperoleh sambutan positif dari Pemerintah Kelurahan Baji Pamai.
Lurah Baji Pamai, Sofyan, menilai seluruh program yang dirancang mahasiswa telah menjawab kebutuhan riil masyarakat sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.
"Program kerja yang direncanakan adik-adik mahasiswa ini sudah sangat baik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kehadiran program fisik yang dipadukan dengan digitalisasi tentu akan sangat membantu kami dalam meningkatkan pelayanan publik sekaligus mengembangkan potensi UMKM di Kelurahan Baji Pamai," ujarnya.
Apresiasi tersebut memperlihatkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dapat menjadi motor penggerak lahirnya berbagai inovasi yang aplikatif bagi masyarakat.
Pengabdian Mahasiswa sebagai Laboratorium Pembangunan Desa
Menutup seminar, Koordinator Posko KKN-T Infrastruktur PU Unhas Gelombang 116 menyampaikan terima kasih atas berbagai masukan, dukungan, dan kepercayaan yang diberikan pemerintah kelurahan serta masyarakat selama proses penyusunan program kerja.
Mahasiswa berkomitmen merealisasikan seluruh program secara bertahap agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang dan menjadi fondasi bagi pembangunan Baji Pamai yang lebih modern, inklusif, dan berkelanjutan.
Lebih jauh, kegiatan KKN-T ini menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan laboratorium nyata yang mempertemukan ilmu pengetahuan, teknologi, kepedulian sosial, dan kebutuhan masyarakat dalam satu ruang kolaborasi.
Melalui inovasi-inovasi tersebut, mahasiswa Universitas Hasanuddin tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat, memperkuat literasi digital, serta menanamkan fondasi pembangunan desa yang cerdas dan berdaya saing di era transformasi digital.(*)
KKN-T Unhas Gelombang 116 bersinergi bersama warga membangun Baji Pamai melalui inovasi infrastruktur dan digitalisasi. (Foto: Dok.Pribadi).








