Ekonomi

Darurat Energi: Korsel Kurangi Gunakan Listrik, Thailand Pangkas Subsidi Harga BBM

MAKASSAR, UNHAS.TV - Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengumumkan sistem tanggap darurat baru pada Kamis, dan mendesak warganya untuk "berpartisipasi aktif dalam tindakan kecil sehari-hari, seperti menggunakan transportasi umum dan menghemat energi."

Ia juga meminta SPBU untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam membatasi harga pasokan kilang, dan agar masyarakat mengurangi penggunaan listrik. Pemerintah juga berupaya mempertahankan harga listrik saat ini, karena satu-satunya penyedia listrik di negara ini adalah perusahaan yang dikelola pemerintah.

Pada hari yang sama, regulator pasar energi Filipina mengatakan mereka telah menangguhkan pasar spot listrik grosir di negara tersebut sampai pemberitahuan lebih lanjut, dengan alasan risiko pasokan bahan bakar dan harga yang fluktuatif.

Khusus di Thailand, terjadi kepanikan warga membeli bahan bakar minyak setelah pemerintah mengumumkan akan mengurangi subsidi harga minyak. Pengumukan itu membuat banyak pemilik mobil bergegas mengisi tangki mereka pada Rabu malam.

Adapun Pemerintah Indonesia telah mewanti-wanti warganya agar hemat energi karena perang yang melibatkan Iran melawan Israel dan Amerika Serikat belum menunjukkan tanda-tanda berakhir sejak dimulai empat pekan lalu.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, Indonesia belum memasuki kondisi darurat energi di tengah konflik Iran versus AS dan Israel. Pasokan bahan bakar minyak masih terjaga dengan cadangan yang memadai untuk kebutuhan nasional saat ini. (*)