LIUZHOU, UNHAS.TV - Direktur Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep), Prof Dr Mauli Kasmi SPi MSi, meraih tiga sertifikat dalam China–Indonesia AI General Education Joint Development Project: Teacher Training and Certification Batch 1 di Liuzhou, Tiongkok, Sabtu (15/8/2026).
Tiga sertifikat yang diperoleh Prof Mauli terdiri atas satu Training Certificate dan dua Certificate of Competency dan diserahkan melalui Graduation Ceremony.
Sertifikat pertama diberikan setelah Mauli menyelesaikan keseluruhan program pelatihan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence selama 80 jam. Dua sertifikat lainnya mengakui kompetensinya sebagai AI General Education Instructor dan AI General Education Trainer.
Untuk memperoleh sertifikat kompetensi, peserta mengikuti pembelajaran dan evaluasi pada lima bidang utama.
Kelimanya adalah AI General Education Cognition & Curriculum Design, Large Language Models & AIGC Applications, AI Core Technology Training, AI Teaching Organization Methods, serta AI Ethics & Security.
Materi tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memahami teknologi AI, tetapi juga mampu menerapkannya dalam perancangan kurikulum dan proses pembelajaran.
Mauli mengatakan sertifikasi bukan menjadi tujuan akhir dari keikutsertaannya dalam program tersebut. Menurut dia, kompetensi yang diperoleh harus diterjemahkan menjadi program nyata dalam pendidikan tinggi vokasi.
“Sertifikat merupakan pengakuan atas proses pembelajaran dan kompetensi yang telah dicapai. Namun yang jauh lebih penting adalah bagaimana pengetahuan dan kompetensi AI tersebut kita implementasikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat kapasitas dosen dan mahasiswa, serta menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan industri,” kata Mauli.
China–Indonesia AI General Education Joint Development Project merupakan program kolaborasi yang mempertemukan tenaga pendidik dan unsur pendidikan vokasi Indonesia dengan institusi pendidikan serta mitra di Tiongkok.
Program tersebut di-host oleh Department of Education of Guangxi Zhuang Autonomous Region, Forum Direktur Politeknik Negeri se-Indonesia, dan Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia.
Sejumlah perguruan tinggi di Guangxi ikut terlibat, antara lain Liuzhou Polytechnic University, Guangxi Polytechnic University, Guangxi College of Water Resources and Electric Power, Guangxi Technological College of Machinery and Electricity, serta Guangxi Financial Vocational College.
Menurut Mauli, pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pendidikan tidak boleh dipahami sebagai pengganti tenaga pendidik. Teknologi tersebut, kata dia, justru harus digunakan untuk memperkuat kapasitas dosen dan mahasiswa.
“AI tidak menggantikan peran dosen. Justru dosen harus semakin kuat dalam pedagogi, penguasaan bidang keilmuan, berpikir kritis, kreativitas, etika, dan kemampuan memanfaatkan teknologi. AI menjadi instrumen untuk memperkuat seluruh proses tersebut,” ujarnya.
Implementasi AI di Kampus
>> Baca Selanjutnya
SERTIFIKAT AI - Direktur Polipangkep Prof Mauli Kasmi menerima tiga sertifikat AI di Liuzhou, Tiongkok, Sabtu (15/8/2026). Sertifikasi diraih setelah menyelesaikan pelatihan dan evaluasi kompetensi untuk mendukung transformasi digital pendidikan vokasi. (Dok Humas Polipangkep)





-300x169.webp)


