.webp)
SERTIFIKAT AI - Direktur Polipangkep Prof Mauli Kasmi dan Pusat Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (PPMPP) Polipangkep Dr Andi Ridwan Makkulawu ST MSi menerima tiga sertifikat AI di Liuzhou, Tiongkok, Sabtu (15/8/2026). Sertifikasi diraih setelah menyelesaikan pelatihan dan evaluasi kompetensi untuk mendukung transformasi digital pendidikan vokasi. (Dok Humas Polipangkep)
Polipangkep selanjutnya menyiapkan sejumlah arah implementasi AI di lingkungan kampus. Salah satunya adalah mengintegrasikan teknologi tersebut ke dalam kurikulum berbasis Outcome-Based Education atau OBE, Teaching Factory (TEFA), penelitian terapan, pengabdian kepada masyarakat, dan inovasi pembelajaran.
Sesuai karakter pendidikan dan bidang keilmuan Polipangkep, penggunaan AI juga berpeluang dikembangkan dalam Smart Aquaculture, Smart Agribusiness, precision agriculture, digital fisheries, computer vision, Internet of Things atau IoT, analisis data, serta sistem pendukung keputusan berbasis kecerdasan buatan.
Pada bidang perikanan, misalnya, AI dapat dipadukan dengan IoT, sensor kualitas air, computer vision, dan analisis data.
Sensor dapat digunakan untuk merekam suhu, tingkat keasaman atau pH, oksigen terlarut, salinitas, serta parameter lingkungan lainnya secara real-time.
Sementara itu, teknologi computer vision dapat dikembangkan untuk membantu memantau perilaku, pertumbuhan, kondisi, hingga indikasi gangguan kesehatan ikan.
Data yang terkumpul kemudian dapat dianalisis menggunakan AI untuk membangun sistem peringatan dini dan menghasilkan rekomendasi bagi pengambilan keputusan produksi.
Menurut Mauli, model tersebut relevan dengan karakter pendidikan vokasi. Mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep teknologi di ruang kelas, tetapi juga menggunakannya untuk menyelesaikan persoalan nyata di lapangan.
Setelah program di Tiongkok, Polipangkep juga menyiapkan proses transfer pengetahuan kepada dosen dan mahasiswa.
Kegiatan itu dirancang melalui pelatihan internal, integrasi AI dalam mata kuliah, penyusunan bahan ajar, pengembangan proyek mahasiswa, pemanfaatan AI dalam TEFA, dan penelitian terapan.
Mauli mengatakan program di Liuzhou juga membuka jejaring internasional bagi pengembangan pendidikan vokasi.
“Kita membawa pulang bukan hanya sertifikat, tetapi pengetahuan, pengalaman, jejaring internasional, dan tanggung jawab untuk mengimplementasikannya,” kata dia.
“Target kita adalah membangun pendidikan vokasi yang semakin adaptif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan Artificial Intelligence.”
Perolehan tiga sertifikat tersebut menjadi bagian dari agenda transformasi digital Polipangkep. Tahap berikutnya adalah menguji penerapan kompetensi itu melalui pembelajaran, laboratorium, penelitian terapan, Teaching Factory, hingga pengembangan Smart Aquaculture dan Smart Agribusiness di lingkungan kampus. (*)
-300x194.webp)






-300x200.webp)
