Sport

Diteriaki Yel-yel Messi oleh Fans Lawan, Ronaldo Ejek Balik Suporter Al Shabab dengan Gaya Dirigen

Ronaldo menjadi konduktor saat membalas teriakan yel-yel Lionel Messi dari fans Al Shahab di pentas Liga Arab Saudi. (Dok The Sun)

RIYADH, UNHAS.TV - Cristiano Ronaldo kembali menjadi pusat perhatian, bukan hanya karena golnya, melainkan karena caranya merespons ejekan lawan.

Dalam laga Saudi Pro League melawan Al Shabab, Rabu waktu setempat, penyerang Al Nassr itu menoleh ke arah tribune saat suporter tuan rumah meneriakkan “Messi, Messi”.

Alih-alih terpancing, Ronaldo justru mengangkat kedua tangan dan beraksi seperti dirigen orkestra, seolah memimpin koor yang ditujukan kepadanya. Rekaman momen itu lalu menyebar luas di media sosial.

Respons itu menandai perubahan sikap Ronaldo terhadap provokasi serupa. Pada Februari 2024, ia sempat dijatuhi larangan bermain satu pertandingan dan denda setelah membuat gestur tidak senonoh ke arah pendukung Al Shabab dalam laga lain yang juga diwarnai teriakan nama Lionel Messi.

Kali ini, Ronaldo memilih jalur teatrikal. Ia tidak membalas dengan kemarahan, tetapi dengan sindiran panggung yang singkat dan mudah dibaca.

Di lapangan, Al Nassr menuntaskan laga dengan kemenangan 4-2 atas Al Shabab. Ronaldo ikut menyumbang satu gol. Catatan itu membuat penyerang berusia 41 tahun tersebut mencapai 971 gol sepanjang karier seniornya.

Gol itu juga menandai tembusnya angka 100 gol Ronaldo di Saudi Pro League sejak bergabung dengan Al Nassr pada akhir 2022.

Kemenangan atas Al Shabab menjaga laju Al Nassr dalam perburuan gelar liga. Klub Riyadh itu kini memimpin klasemen dengan 82 poin dari 32 pertandingan.

Al Hilal berada di posisi kedua dengan 77 poin dari 31 laga, sehingga jarak keduanya lima angka, dengan Al Hilal masih memiliki satu pertandingan lebih sedikit.

Pertemuan kedua tim dijadwalkan berlangsung pada 12 Mei dan berpotensi menjadi penentu arah persaingan juara.

Bagi Ronaldo, insiden di tribune mungkin hanya selingan. Namun di tengah musim yang memasuki fase paling ketat, gestur kecil itu memperlihatkan satu hal, ia paham bagaimana mengubah ejekan menjadi tontonan, tanpa kehilangan fokus pada hasil.

Di saat Al Nassr berusaha merebut gelar liga pertamanya bersama Ronaldo, setiap pertandingan kini tidak hanya menyajikan persaingan angka, tetapi juga perang simbol di hadapan publik Saudi. (*)