
INOVASI - Sebanyak 50 inovasi riset dipamerkan untuk mendorong ekonomi daerah pada Expo Pengabdian kepada Masyarakat Unhas (PPMU) di Gedung Ammatoa, Bulukumba, Senin (31/8/2026). (Dok Humas Unhas)
Bulukumba memiliki potensi besar pada sektor pertanian, perikanan, dan kelautan. Sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup dari sektor pertanian, sementara wilayah pesisir menjadi peluang pengembangan ekonomi baru.
Andi Muchtar menyebut sekitar 70 persen masyarakat Bulukumba masih bergantung pada sektor pertanian.
Selain itu, daerah tersebut memiliki garis pantai sepanjang 128 kilometer yang menyimpan potensi ekonomi, terutama pada sektor kelautan dan pariwisata.
Menurut dia, potensi tersebut membutuhkan pengelolaan yang berkelanjutan agar tidak berhenti pada konsep maupun hasil kajian.
Riset dari perguruan tinggi harus dilanjutkan dengan program nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Bulukumba punya potensi yang luar biasa, tetapi tentu harus dikerjakan. Bukan hanya dikonsep melalui riset, tetapi harus ditindaklanjuti terus sehingga ekonomi masyarakat bisa jauh lebih baik ke depan,” katanya.
Ia berharap kerja sama dengan Unhas dapat terus diperkuat melalui berbagai program lanjutan. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi salah satu cara mempercepat pemanfaatan sumber daya daerah secara lebih efektif.
Selain sektor pertanian, kawasan pesisir Bulukumba juga menjadi perhatian karena memiliki bentang pantai yang panjang dan sejumlah wilayah dengan potensi wisata bahari. Pengembangan berbasis riset diharapkan mampu menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat.
Prof Jamaluddin mengatakan sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem inovasi.
Menurut dia, perguruan tinggi tidak hanya berperan menghasilkan penelitian, tetapi juga memastikan hasil pengetahuan dapat diterapkan di tengah masyarakat.
Melalui 50 program pengabdian yang dipamerkan, Unhas berharap inovasi yang lahir dari kampus dapat menjadi penggerak ekonomi daerah.
Pengembangan produk, pendampingan masyarakat, serta dukungan pemerintah menjadi kunci agar hasil riset mampu berkembang secara berkelanjutan.
“Kita berharap inovasi ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” ujar Prof Jamaluddin.
(Amina Rahma Ahmad / Unhas TV)

-300x177.webp)






