MAKASSAR, UNHAS.TV - Ribuan peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) keluar dari ruang ujian di Universitas Hasanuddin dengan wajah beragam, Kamis (24/4/2026).
Usai mengerjakan 150 butir soal, ekspresi mereka mencerminkan satu hal, perjuangan panjang yang belum sepenuhnya usai.
Sebagian tampak lega, lainnya masih menyimpan kecemasan. Di pelataran Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), sejumlah peserta berkumpul, membahas soal yang baru saja mereka kerjakan.
Ada yang tersenyum, ada pula yang terdiam, ada yang mencoba mengingat kembali jawaban yang sempat diragukan.
UTBK tahun ini menjadi salah satu tahapan penting dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Di Unhas, lebih dari 18 ribu peserta mengikuti ujian yang berlangsung sejak 21 hingga 28 April.
Kampus menyiapkan 15 titik lokasi dengan 43 ruang ujian yang tersebar di Tamalanrea dan Gowa. Pelaksanaan dibagi dalam dua sesi, pagi dan siang.
Namun angka-angka itu tak sepenting pengalaman yang dirasakan peserta. Rahayu Mekar, siswa SMAS Kristen Rantepao, Toraja, mengaku sulit menggambarkan perasaannya setelah menyelesaikan ujian. “Campur aduk,” katanya singkat.
Ia menilai tingkat kesulitan soal cukup bervariasi di setiap subtes. Meski masih diliputi keraguan, Rahayu tetap menyimpan optimisme. Ia berharap dapat lolos di program studi yang diincarnya. “Semoga saja cukup,” ujarnya, sembari tersenyum tipis.
Pengalaman serupa dirasakan Sera Vasira, siswa SMAN 2 Bulukumba. Ia menyebut subtes penalaran matematika sebagai bagian tersulit dalam ujian kali ini. “Lumayan menguras waktu,” katanya. Meski begitu, Sera mengaku cukup yakin dengan hasilnya.
Berbeda dengan Rahayu, Sera telah menyiapkan rencana cadangan. Jika tidak lolos melalui jalur UTBK, ia akan mencoba jalur mandiri di perguruan tinggi pilihannya. “Sudah siap alternatif,” ujarnya.
Dalam skema UTBK 2026, peserta menghadapi tujuh subtes yang terbagi dalam dua kelompok utama: Tes Potensi Skolastik serta literasi dan penalaran matematika.
Total 150 soal harus diselesaikan dalam waktu yang terbatas, menuntut konsentrasi tinggi serta strategi pengerjaan yang matang.
Bagi banyak peserta, ujian ini bukan sekadar tes akademik, melainkan penentu arah masa depan. Setiap jawaban yang dipilih menjadi bagian dari peluang untuk menembus program studi di perguruan tinggi negeri impian.
Di luar ruang ujian, para orang tua tampak menunggu dengan harap. Sebagian menyambut anaknya dengan pelukan, sebagian lain sekadar menanyakan satu hal sederhana, “Bagaimana ujiannya?”
Jawaban yang muncul beragam, seperti ekspresi yang terlihat. Namun satu kesamaan tampak jelas—setelah 150 soal dikerjakan, para peserta kini berada di fase berikutnya: menunggu hasil, sambil menyiapkan kemungkinan terbaik dan terburuk.
UTBK mungkin telah selesai dalam hitungan jam, tetapi dampaknya akan menentukan langkah mereka untuk waktu yang jauh lebih panjang.
(Zulkarnaen Jumar Taufik / Aminah Rahma Ahmad / Unhas TV)
150 SOAL - Calon mahasiswa saat mengikuti ujian UTBK SBMPT di Kampus Unhas beberapa waktu lalu. Tahun ini calon mahasiswa mengerjakan 150 soal. (dok Humas Unhas)



-300x205.webp)




