Mahasiswa

Optimalkan Pekarangan Rumah, Mahasiswa KKN Unhas Hadirkan Aquaponik di Toddang Pulu Sidrap

AQUAPONIK. Mahasiswa KKNT Unhas menyerahkan alat aquaponik sederhana untuk warga di Kelurahan Toddang Pulu, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap, Kamis (12/2/2026). Program ini sebagai upaya mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan rumah tangga. (dok Ririn Jumrianti)

SIDRAP, UNHAS.TV - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Daerah Gelombang 115 Universitas Hasanuddin melaksanakan program aquaponik sederhana di Kelurahan Toddang Pulu, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), sebagai upaya mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan rumah tangga.

Program ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan lahan pekarangan secara produktif dengan sistem budidaya yang ekonomis, ramah lingkungan, serta mudah diterapkan di tingkat rumah tangga.

Mahasiswa KKN, Ririn Jumrianti, memberikan edukasi mengenai konsep aquaponik, yakni metode budidaya terpadu yang menggabungkan pemeliharaan ikan dan tanaman dalam satu sistem yang saling terintegrasi.

“Kami ingin menghadirkan sistem budidaya yang mudah diterapkan, ekonomis, dan tetap ramah lingkungan, sehingga bisa dijalankan oleh siapa saja di rumah,” ujarnya pada Kamis (12/2/2026).

Selain penyampaian materi, mahasiswa juga memperagakan secara langsung cara merakit instalasi aquaponik sederhana menggunakan bahan yang mudah diperoleh, seperti galon bekas, kain flanel sebagai sumbu, media tanam, benih sayuran, serta kolam ikan.

Dalam sistem ini, air dari kolam ikan dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi alami bagi tanaman.

Metode tersebut dinilai lebih hemat air dan pupuk karena memanfaatkan siklus yang berkelanjutan. “Air kolam ikan dimanfaatkan sebagai nutrisi alami bagi tanaman,” kata Ririn.

Melalui program ini, ia berharap aquaponik sederhana dapat menjadi alternatif budidaya yang efisien dan bernilai ekonomis. Selain mendukung ketahanan pangan rumah tangga, sistem ini juga berpotensi membuka peluang usaha kecil berbasis pertanian berkelanjutan.

(Achmad Ghiffary M / Unhas TV)