SIDRAP, UNHAS.TV - Desa Bila Riase kini memiliki Peta Batas Kelompok Tani sebagai wujud nyata pemanfaatan data spasial dalam mendukung pembangunan sektor pertanian desa.
Peta ini menyajikan batas wilayah masing-masing kelompok tani secara jelas dan sistematis, sehingga memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi wilayah pertanian desa yang informatif dan mudah dipahami.
Peta tersebut disusun oleh Natalia Putri, mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas), melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Daerah Gelombang 115, dengan pendampingan Dosen Pembimbing Kegiatan (DPK), Baginda Hamzah.
Peta ini diserahkan secara resmi pada Jumat (30/1/2026), bertempat di Kantor Desa Bila Riase.
Proses penyusunan peta dilakukan secara bertahap dan partisipatif, dimulai dari pengumpulan data lapangan, penelusuran langsung batas wilayah kelompok tani bersama perangkat desa dan perwakilan kelompok tani, hingga pengolahan data spasial yang disesuaikan dengan kondisi riil wilayah Desa Bila Riase.
Natalia Putri menjelaskan, pembuatan Peta Batas Kelompok Tani bertujuan untuk membantu petani memahami batas lahan masing-masing secara jelas dan akurat.
“Peta ini dibuat agar para petani dapat mengetahui batas lahannya dengan lebih pasti, sehingga tidak terjadi tumpang tindih lahan maupun kesalahpahaman antar kelompok tani. Dengan batas yang jelas, pengelolaan lahan pertanian dapat berjalan lebih tertib dan terarah,” ujar Natalia.
Keberadaan Peta Batas Kelompok Tani ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pengelolaan wilayah pertanian Desa Bila Riase secara lebih tertib dan terarah.
"Selain berfungsi sebagai media informasi visual, peta ini juga dapat dijadikan acuan dalam perencanaan program pertanian desa, pendataan kelompok tani, serta pengambilan kebijakan berbasis data spasial," ungkapnya.
Peta tersebut diterima langsung oleh Kepala Desa Bila Riase, Sirajuddin SE yang menyampaikan apresiasinya atas kontribusi mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin.
“Peta batas kelompok tani ini sangat membantu pemerintah desa dalam memahami kondisi wilayah pertanian secara lebih jelas. Dengan adanya peta ini, kami lebih mudah melakukan perencanaan dan pengelolaan sektor pertanian ke depan,” ujar Sirajuddin.
Ia menyampaikan, Peta Batas Kelompok Tani Desa Bila Riase akan dipajang di Kantor Desa Bila Riase agar dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi oleh pemerintah desa, kelompok tani, serta masyarakat secara umum.
(Achmad Ghiffary M / Unhas TV)
Mahasiswi KKN Tematik Inovasi Daerah Gelombang 115 Unhas, Natalia Putri, dari fakultas Kehutanan Unhas menyerahkan peta kelompok tani di Kantor Desa Bila Riase, Jumat (30/1/2026). (dok Natalia Putri)






-300x203.webp)

