MIAMI, UNHAS.TV - Inggris menutup perjalanan mereka di Piala Dunia dengan meraih peringkat ketiga setelah mengalahkan Prancis 6-4 dalam pertandingan perebutan medali perunggu yang berlangsung liar di Miami, Florida, Minggu (19/7/2026).
Laga menghasilkan sepuluh gol, dua kebangkitan, satu penalti, dan gol spektakuler pada detik-detik terakhir pertandingan.
Hasil ini menjadi pencapaian terbaik Inggris di Piala Dunia sejak mereka menjadi juara pada 1966. Dalam dua kesempatan sebelumnya, Inggris gagal memenangi pertandingan perebutan tempat ketiga, yakni pada Piala Dunia 1990 dan 2018.
Medali perunggu tentu bukan target Inggris ketika tiba di Florida pada 1 Juni. Pasukan Thomas Tuchel datang dengan ambisi mengakhiri penantian panjang gelar juara dunia.
Namun kekalahan dari Argentina pada babak semifinal memaksa mereka menjalani pertandingan yang kerap dianggap tidak diinginkan oleh dua tim yang baru saja kehilangan kesempatan tampil di final.
Alih-alih berlangsung datar, pertandingan Inggris melawan Prancis berubah menjadi salah satu laga paling aneh dan menghibur sepanjang turnamen.
Inggris unggul 4-0 pada babak pertama melalui Declan Rice, Ezri Konsa, dan dua gol Bukayo Saka. Prancis kemudian bangkit setelah turun minum dan memperkecil ketertinggalan menjadi 4-3.
Inggris menambah gol melalui penalti Saka, tetapi Ousmane Dembele kembali membuka peluang Prancis pada masa tambahan waktu.
Jude Bellingham akhirnya menutup pertandingan dengan gol individu spektakuler sesaat setelah sepak mula.
Gol tersebut memastikan kemenangan Inggris sekaligus membuat Bellingham menjadi pemain Inggris pertama yang mencetak tujuh gol dalam satu edisi Piala Dunia.
Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, melakukan sejumlah perubahan dalam susunan pemain. Harry Kane tidak dimainkan, sedangkan Bellingham baru masuk pada menit ke-79.
Bukayo Saka, yang tidak mendapat kesempatan bermain pada semifinal melawan Argentina, justru menjadi tokoh utama dengan mencetak trigol.
Tuchel sempat mendapat cemoohan dari pendukung kedua tim ketika wajahnya muncul di layar besar stadion sebelum pertandingan.
Kritik terhadap pelatih asal Jerman tersebut meningkat setelah Inggris kalah dari Argentina. Pilihan pemain dan pendekatan taktiknya sepanjang turnamen juga menjadi bahan perdebatan.
Meski melakukan rotasi, Tuchel tetap menurunkan dua pemain Arsenal, Rice dan Saka. Keputusan itu berpotensi membuat pelatih Arsenal, Mikel Arteta, tidak senang karena kedua pemain tersebut harus tampil dalam pertandingan tambahan setelah menjalani turnamen panjang.
Inggris langsung mengambil kendali sejak awal laga. Rice membuka keunggulan setelah memotong umpan buruk Desire Doue. Ia menggiring bola ke depan ketika Malo Gusto memilih mundur, lalu melepaskan tembakan keras ke sudut gawang.
Rice kembali berperan dalam gol kedua. Tendangan sudutnya disambut Konsa dengan sundulan tipis setelah bek Inggris itu lepas dari pengawalan Adrien Rabiot. Inggris unggul 2-0 sebelum jeda minum yang diberikan karena suhu panas.
Marcus Rashford kemudian mengacaukan pertahanan Prancis dan mengirimkan bola kepada Saka. Pemain sayap Arsenal itu menyelesaikan peluang meski Theo Hernandez berusaha menghalau bola di dekat garis gawang.
Saka mencetak gol keduanya pada masa tambahan waktu babak pertama. Eberechi Eze mengirimkan umpan terobosan yang membelah pertahanan Prancis. Saka mengontrol bola dengan satu sentuhan sebelum menempatkannya ke sudut gawang.
Prancis Bangkit di Babak Kedua
>> Baca Selanjutnya
HATTRICK SAKA - Winger Arsenal Bukayo Saka mencetak hat-trick keempat bagi Inggris di Piala Dunia pada perebutan posisi ketiga terbaik, Minggu (19/7/2026). (Screenshot The Sun)








