Lingkungan
Makassar

Dua Camat Luruskan Isu Viral: Kebiasaan Lama, Sebelum Program Pemilahan Sampah



Kondisi TPA Tamangapa di Kecamatan Manggala, Makassar, yang mulai ditata dan kini tak lagi menerima sampah campuran. Warga diharapkan memilah sampah dari rumah. (Dok Unhas TV)


Hal senada, juga ditegaskan oleh Camat Mariso, Andi Syahrir Mappatoba, bahwa tumpukan sampah yang memenuhi sejumlah kanal bukan disebabkan oleh program pemilahan sampah yang diterapkan Pemerintah Kota Makassar.

"Menurut keterangan warga RT, persoalan tersebut merupakan masalah lama yang telah terjadi jauh sebelum kebijakan pemilahan sampah diberlakukan," jelasnya.

Lanjut dia, penyebab utamanya adalah masih adanya sebagian masyarakat yang menjadikan kanal sebagai lokasi pembuangan sampah.

Hal itu disampaikan Andi Syahrir usai pihak Kecamatan Mariso melakukan pembersihan kanal di kawasan perbatasan Kecamatan Tamalate dan Kecamatan Mamajang, tepatnya di wilayah Kelurahan Tamarunang, Bonto Rannu, dan Mattoangin.

Pembersihan dilakukan sebagai respons atas video yang viral di media sosial yang memperlihatkan tumpukan sampah di kanal Jalan Nuri hingga kawasan perbatasan Kecamatan Mariso dan Kecamatan Tamalate.

"Kami langsung melakukan pembersihan bersama jajaran setelah menerima laporan dan melihat kondisi di lapangan. Sampah yang menumpuk di kanal segera diangkut agar tidak mengganggu aliran air," ujar Andi Syahrir.

Ia mengatakan, kawasan perbatasan Kelurahan Sambung Jawa (Kecamatan Mamajang), Maccini Sombala (Kecamatan Tamalate), serta Tamarunang (Kecamatan Mariso) memang selama ini menjadi titik yang kerap ditemukan tumpukan sampah akibat ulah oknum masyarakat yang membuang sampah sembarangan.

Karena itu, ia membantah anggapan yang mengaitkan kondisi tersebut dengan program pemilahan sampah.

"Ini bukan karena program pemilahan sampah. Sebelum program itu diterapkan, masyarakat sudah membuang sampah di kanal. Jadi persoalan ini sudah terjadi sejak lama," tegasnya.

Menurut Andi Syahrir, rendahnya kesadaran masyarakat masih menjadi tantangan utama dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Padahal, pemerintah bersama aparat kewilayahan telah berulang kali melakukan sosialisasi dan edukasi agar warga tidak membuang sampah ke saluran air.

"Kami terus mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan kanal sebagai tempat pembuangan sampah. Edukasi sudah berkali-kali dilakukan, tetapi kesadaran masyarakat masih harus terus ditingkatkan," katanya.

Ia berharap masyarakat tidak menyebarkan informasi yang keliru dengan menyimpulkan bahwa tumpukan sampah di kanal merupakan dampak dari kebijakan pemilahan sampah Pemerintah Kota Makassar. (*)