MAKASSAR,UNHAS.TV- Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali memperoleh pengakuan penting di dunia akademik nasional setelah Rektornya, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., tercatat sebagai rektor perguruan tinggi dengan Scopus H-Index tertinggi di Indonesia, yakni 46, berdasarkan penelusuran publik pada profil SINTA (Science and Technology Index) yang mengacu pada basis data Scopus per Juni 2026, sebuah capaian yang tidak hanya menegaskan reputasi ilmiah pribadi Prof. JJ, tetapi juga memperkuat optimisme sivitas akademika bahwa Unhas memiliki fondasi yang sangat kuat untuk menjadi universitas terbaik di Indonesia sekaligus meningkatkan daya saingnya di tingkat global.
Data tersebut menunjukkan bahwa Prof. Jamaluddin Jompa berada cukup jauh di atas rektor-rektor perguruan tinggi terkemuka lainnya di Indonesia.
Dalam daftar yang sama, Rektor Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Prof. Yuda Turana, berada pada posisi kedua dengan Scopus H-Index 31.
Posisi ketiga ditempati Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, dengan Scopus H-Index 24.
Sementara itu, Rektor Universitas Indonesia Prof. Heri Hermansyah berada pada posisi keempat dengan Scopus H-Index 22.
Rektor Institut Teknologi Bandung Prof. Tatacipta Dirgantara menempati posisi kelima dengan Scopus H-Index 18.
Posisi berikutnya ditempati Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Prof. Achmad Nurmandi dengan Scopus H-Index 15.
Rektor Institut Pertanian Bogor Prof. Arif Satria berada di posisi ketujuh dengan Scopus H-Index 13.
Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Prof. Bambang Pramujati juga memiliki Scopus H-Index 13 dan berada pada urutan kedelapan.
Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. Ova Emilia menempati posisi kesembilan dengan Scopus H-Index 10.
Sedangkan Rektor Universitas Diponegoro Prof. Suharnomo melengkapi daftar sepuluh besar dengan Scopus H-Index 10.
Peringkat tersebut disusun berdasarkan data publik yang tersedia pada profil SINTA yang terintegrasi dengan Scopus, sehingga mencerminkan rekam jejak publikasi ilmiah dan tingkat sitasi seorang akademisi yang diakui secara internasional.
Dalam dunia akademik, H-Index merupakan salah satu indikator paling banyak digunakan untuk mengukur produktivitas sekaligus pengaruh ilmiah seorang peneliti karena tidak hanya menghitung jumlah artikel yang diterbitkan, tetapi juga memperhitungkan seberapa sering karya tersebut disitasi oleh peneliti lain di berbagai negara.
Scopus sendiri merupakan salah satu pangkalan data sitasi ilmiah terbesar di dunia yang selama bertahun-tahun menjadi rujukan berbagai lembaga pemeringkatan universitas internasional dalam menilai kualitas penelitian sebuah perguruan tinggi.
Karena itu, tingginya H-Index seorang rektor tidak sekadar menggambarkan prestasi individual, tetapi juga menjadi indikator kuat mengenai budaya akademik, kapasitas riset, serta kepemimpinan ilmiah yang dibangun di lingkungan universitas yang dipimpinnya.

Infografik SINTA–Scopus Juni 2026 menempatkan Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa sebagai pemilik Scopus H-Index tertinggi di Indonesia. (Foto:Istimewa).
Bukti Kepemimpinan Ilmiah yang Menggerakkan Transformasi Unhas
Bagi sivitas akademika Unhas, capaian tersebut dipandang sebagai konsekuensi logis dari perjalanan panjang Prof. Jamaluddin Jompa sebagai ilmuwan kelas dunia di bidang ekologi laut yang selama puluhan tahun aktif menghasilkan publikasi bereputasi internasional sekaligus membangun jejaring penelitian lintas negara.
Di bawah kepemimpinannya, Unhas juga terus memperluas kolaborasi riset internasional, meningkatkan jumlah publikasi pada jurnal bereputasi, memperkuat hilirisasi inovasi, memperluas kerja sama dengan berbagai universitas dunia, serta mendorong budaya akademik yang semakin kompetitif.
Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat sekaligus Ketua Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Anwar Daud, SKM., M.Kes., mengatakan dirinya sama sekali tidak terkejut melihat Prof. Jamaluddin Jompa berada pada posisi tertinggi di Indonesia.
"Saya mengenal beliau sejak masih menjadi pelajar di Pinrang dan memang sejak masa SMA beliau selalu dikenal sebagai yang terbaik di antara teman-temannya," ujar Prof. Anwar Daud ketika dihubungi Unhas TV, Sabtu (28/6/2026), melalui WhatsApp.
"Pada masa kami aktif di Kerukunan Mahasiswa Pinrang, nama Jamaluddin Jompa selalu menjadi panutan bagi mahasiswa karena kecerdasannya sangat menonjol, sehingga bagi kami perjalanan beliau hingga menjadi rektor dengan Scopus H-Index tertinggi di Indonesia merupakan sesuatu yang sangat konsisten dengan karakter akademiknya sejak muda."
"Prestasi ini benar-benar menggembirakan seluruh sivitas akademika Unhas karena menunjukkan bahwa kepemimpinan universitas berada di tangan seorang ilmuwan yang bukan hanya mampu berbicara mengenai riset, tetapi juga membuktikannya melalui karya ilmiah yang diakui dunia."
Prof. Anwar menilai konsistensi tersebut merupakan modal penting bagi Unhas untuk melompat lebih jauh pada periode kepemimpinan berikutnya.
"Kalau pemimpinnya sudah menunjukkan standar akademik setinggi ini, maka seluruh dosen, peneliti, mahasiswa, dan tenaga kependidikan akan terdorong meningkatkan kualitas dirinya sehingga cita-cita menjadikan Unhas sebagai universitas terbaik di Indonesia bukan lagi sekadar slogan, melainkan target yang realistis."
Scholar-Leader yang Membawa Unhas Berlayar ke Panggung Dunia

Dr. Andi Syahwiah menilai Prof JJ menghadirkan kepemimpinan ilmiah berintegritas mengantarkan Unhas mendunia bermartabat. (Foto:Dok.Pribadi).
Pandangan serupa disampaikan Ketua Departemen Hukum Acara Fakultas Hukum Unhas, Dr. Andi Syahwiah A. Sapiddin, S.H., M.H., yang menilai pencapaian tersebut merupakan refleksi nyata dari kepemimpinan ilmiah yang berlandaskan integritas akademik.
"Sayyidina Ali bin Abi Thalib pernah menyampaikan pesan agung bahwa pemimpin yang bijak adalah mereka yang menghidupkan ilmu pengetahuan dan mematikan kebodohan, serta menuntun manusia dengan cahaya hikmah, bukan dengan kepatuhan yang buta," katanya kepada Unhas TV, Sabtu (28/6/2026), melalui WhatsApp.
"Esensi filosofis itu menurut saya tercermin sangat kuat dalam kepemimpinan Prof. Jamaluddin Jompa yang tidak sekadar menjalankan fungsi administratif sebagai rektor, tetapi hadir sebagai scholar-leader, yakni pemimpin yang tetap menjadikan ilmu pengetahuan sebagai jangkar utama dalam setiap kebijakan."
Menurutnya, pencapaian Scopus H-Index 46 merupakan simbol kredibilitas ilmiah yang tidak dapat diperoleh secara instan.
"Angka itu lahir dari perjalanan panjang penelitian, publikasi, kolaborasi internasional, dan konsistensi akademik selama bertahun-tahun sehingga pantas menjadi inspirasi bagi seluruh generasi muda Indonesia."
Ia juga menilai karakter kepemimpinan Prof. JJ mencerminkan semangat Passompe', yaitu keberanian, ketangguhan, dan kemampuan membaca arah masa depan sebagaimana pelaut-pelaut besar dari kawasan timur Indonesia.
"Beliau berhasil membangun iklim akademik yang inklusif, egaliter, progresif, namun tetap disiplin terhadap standar mutu internasional sehingga Unhas semakin disegani sebagai pusat ilmu pengetahuan yang tumbuh dari Indonesia Timur untuk dunia."
Momentum Mewujudkan Unhas sebagai Universitas Terbaik Indonesia

Dr Yusran Amir mengapresiasi kepemimpinan Prof JJ menginspirasi riset unggul Unhas menuju dunia berkelanjutan. (Foto: Dok.Pribadi).
Apresiasi juga datang dari Dr. M. Yusran Amir, SKM., MPH., Ketua Program Studi Magister Administrasi Kebijakan Kesehatan periode 2024–2025.
"Atas nama pribadi dan sebagai bagian dari sivitas akademika Universitas Hasanuddin, saya menyampaikan selamat dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. atas capaian luar biasa sebagai rektor dengan Scopus H-Index tertinggi di Indonesia," ujarnya kepada Unhas TV, Sabtu (28/6/2026), melalui WhatsApp.
"Prestasi ini merupakan bukti nyata bahwa dedikasi, konsistensi, dan kepemimpinan beliau berhasil membangun budaya riset yang unggul serta menghasilkan kontribusi ilmiah yang diakui secara internasional."
Menurut Yusran, keberhasilan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan Unhas, melainkan juga kebanggaan Sulawesi Selatan dan Indonesia.
"Capaian ini hendaknya menjadi energi baru bagi seluruh dosen, peneliti, mahasiswa, dan tenaga kependidikan untuk semakin produktif menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, berdampak bagi masyarakat, dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional maupun global."
Ia meyakini bahwa keberhasilan Prof. JJ merupakan sinyal kuat bahwa Unhas memiliki peluang besar memperbaiki posisi dalam berbagai pemeringkatan universitas dunia apabila budaya riset yang telah dibangun terus diperkuat secara konsisten.
Harapan itu kini semakin menguat di kalangan sivitas akademika bahwa pada periode kepemimpinan kedua Prof. Jamaluddin Jompa, Unhas bukan hanya mempertahankan reputasinya sebagai salah satu universitas terbaik Indonesia, tetapi juga mampu mempercepat langkah menjadi universitas riset berkelas dunia yang semakin unggul dalam publikasi, inovasi, kolaborasi internasional, serta pengabdian kepada masyarakat.
Data pemeringkatan ini bersumber dari penelusuran publik profil SINTA (Science and Technology Index) yang mengacu pada Scopus H-Index per Juni 2026, sebagaimana tercantum pada infografik yang dipublikasikan pada Juni 2026, dengan catatan bahwa angka H-Index dapat berubah mengikuti pembaruan basis data Scopus dan SINTA. (*)
Prof. JJ mengantarkan Unhas memuncaki Scopus H-Index rektor Indonesia menginspirasi riset berkelas dunia berkelanjutan. (Ilustrasi: ChatGPT).








