SIDRAP,UNHAS.TV— Bulan suci Ramadan 1446 Hijriah kembali menjadi momentum spiritual yang menggerakkan dakwah berbasis pengabdian masyarakat ketika Pesantren Tinggi Khatamun Nabiyyin mengirim para mahasantri terbaiknya melalui program Safari Dakwah Nusantara Khatamun Nabiyyin (SDKN) untuk menjangkau berbagai daerah strategis di Indonesia.
Program dakwah tahunan ini tidak hanya menghadirkan ceramah keagamaan, tetapi juga mengintegrasikan pendidikan Al-Qur’an, pembinaan sosial, dan penguatan spiritual masyarakat dalam sebuah gerakan dakwah berbasis pemberdayaan yang dimulai sejak Jumat, 20 Februari 2026 dan direncanakan berlangsung hingga dua bulan setelah Ramadan.
Gerakan dakwah tersebut menjangkau sejumlah wilayah penting di Nusantara seperti Gowa, Yogyakarta, Jakarta, Palu, Jeneponto, Wajo, Majene, hingga Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) yang menjadi salah satu titik pengabdian utama di Sulawesi Selatan.
Di Kabupaten Sidrap, kegiatan dakwah SDKN dipusatkan di Kelurahan Arawa, Kecamatan Watang Pulu, dengan koordinasi lapangan dipimpin oleh Ustadz Aswar A. yang mengoordinasikan berbagai aktivitas pembinaan keagamaan bersama para muballigh muda.
Selama hampir satu bulan berada di tengah masyarakat, para muballigh menjalankan program pembinaan intensif yang dimulai setiap pagi selepas salat Subuh melalui kelas membaca Al-Qur’an bagi para ibu dan bapak yang selama ini belum memiliki kesempatan belajar secara sistematis.

Para mahasantri Pesantren Tinggi Khatamun Nabiyyin berpose bersama saat menggelar program Safari Dakwah Se-Nusantara 2026/1447 H di Kelurahan Arawa, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari gerakan dakwah Ramadan yang mengintegrasikan pembinaan Al-Qur’an, pendidikan keislaman, serta pemberdayaan masyarakat melalui masjid, sekolah, dan forum kajian intelektual.
Kelas Al-Qur’an tersebut mendapat respons hangat dari masyarakat karena menjadi ruang belajar baru bagi warga yang ingin memperbaiki bacaan Al-Qur’an sekaligus memperdalam pemahaman agama dalam kehidupan sehari-hari.
Pada sore hari setelah salat Ashar dan pada malam hari selepas salat Tarawih, kegiatan dakwah dilanjutkan dengan pembinaan anak-anak dan remaja melalui pembelajaran membaca Al-Qur’an, perbaikan tajwid, serta pengenalan dasar-dasar ibadah.
Kehadiran muballigh muda ini membawa energi baru bagi generasi muda di Kelurahan Arawa untuk kembali memakmurkan masjid dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pusat pembinaan spiritual.
Masjid yang menjadi pusat kegiatan dakwah di wilayah tersebut tergolong sebagai masjid yang relatif baru sehingga berbagai program pembinaan terus digerakkan agar masjid tidak hanya menjadi tempat salat, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pendidikan Islam di tengah masyarakat.
Selain kegiatan di masjid, para muballigh juga memperluas dakwah mereka ke dunia pendidikan formal dengan menjadi pengajar sementara di UPT SD Negeri 7 Arawa sejak 23 Februari 2026.
Dalam kegiatan pendidikan tersebut, para siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 mendapatkan pembinaan keislaman yang mencakup pengenalan dasar-dasar ibadah, pembelajaran doa-doa harian, penguatan akhlak, serta motivasi spiritual bagi para pelajar.
Program pembinaan di sekolah ini dilaksanakan secara rutin empat kali dalam seminggu dan mendapat sambutan positif dari pihak sekolah karena memberikan ruang pendidikan karakter berbasis nilai-nilai agama bagi siswa.
Sebagai bagian dari penguatan pendidikan keislaman di kalangan pelajar, pada 12 Maret 2026 diselenggarakan berbagai lomba keagamaan yang meliputi lomba ceramah, azan, hafalan doa dan Al-Qur’an, bacaan Al-Qur’an, serta praktik ibadah.
Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh antusias dari para siswa dan menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antara sekolah, muballigh, serta masyarakat sekitar.
Di luar kegiatan pendidikan dan pembinaan masjid, para muballigh juga menginisiasi diskusi intelektual bagi kalangan mahasiswa melalui kajian keislaman yang membahas berbagai isu sosial dan keagamaan kontemporer.
Salah satu kajian mahasiswa yang digelar pada 23 Februari 2026 menjadi ruang dialog intelektual yang mempertemukan perspektif keagamaan dengan dinamika sosial masyarakat modern.
Sejak Ramadan tahun ini, forum kajian semacam itu telah beberapa kali diselenggarakan sebagai wadah diskusi ilmiah yang memperkaya wawasan keislaman generasi muda.
Antusiasme masyarakat Kelurahan Arawa dalam menyambut kegiatan SDKN terlihat dari partisipasi aktif berbagai kalangan mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, jamaah majelis taklim, hingga anak-anak yang menghadiri setiap rangkaian kegiatan dakwah.
Partisipasi luas masyarakat tersebut menunjukkan bahwa dakwah berbasis pengabdian sosial masih menjadi kebutuhan penting dalam memperkuat kehidupan keagamaan di tingkat komunitas.
Salah satu kegiatan spiritual yang mendapat perhatian besar adalah program i’tikaf bersama yang dilaksanakan pada malam-malam terakhir Ramadan di masjid setempat.
.webp)
Para mahasantri Pesantren Tinggi Khatamun Nabiyyin bersama guru dan siswa UPT SD Negeri 7 Arawa, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, berfoto bersama dalam kegiatan pembinaan keislaman melalui program Safari Dakwah Se-Nusantara 2026/1447 H, yang menghadirkan pembelajaran Al-Qur’an, penguatan akhlak, serta pendidikan spiritual bagi para pelajar selama bulan Ramadan.
Dalam kegiatan tersebut masyarakat menghidupkan malam dengan salat, zikir, doa, serta tadarus Al-Qur’an yang menciptakan atmosfer spiritual yang kuat sekaligus mempererat kebersamaan warga.
Seorang muballigh yang bertugas di wilayah tersebut menjelaskan bahwa program Safari Dakwah Nusantara tidak hanya berfungsi sebagai sarana ceramah tetapi juga sebagai proses belajar bersama masyarakat.
Ia menyatakan bahwa para muballigh tidak hanya datang untuk menyampaikan ilmu agama tetapi juga belajar memahami realitas sosial masyarakat yang memiliki semangat besar untuk mempelajari Al-Qur’an meskipun sebelumnya belum memiliki kesempatan belajar secara intensif.
Sementara itu Mahatir Mubaraq, salah satu peserta kajian mahasiswa, menyampaikan bahwa forum diskusi yang diadakan memberikan manfaat besar bagi mahasiswa dalam memperluas wawasan keislaman sekaligus membuka ruang dialog yang sehat mengenai persoalan sosial dan keagamaan.
Program Safari Dakwah Nusantara Khatamun Nabiyyin menjadi salah satu model dakwah kontemporer yang menggabungkan pendidikan, pembinaan masyarakat, dan penguatan intelektual dalam satu gerakan pengabdian terpadu.
Melalui program ini pesantren berupaya menyiapkan generasi dai yang tidak hanya memiliki kedalaman ilmu agama tetapi juga memiliki kepekaan sosial serta kemampuan membangun masyarakat.
Diharapkan masyarakat yang telah mendapatkan pembinaan melalui program ini dapat melanjutkan tradisi belajar Al-Qur’an dan menjadikan masjid sebagai pusat pendidikan dan penguatan nilai-nilai keislaman di lingkungan mereka.
Dengan semangat dakwah dan pengabdian yang penuh keikhlasan, para muballigh muda Khatamun Nabiyyin terus menapaki berbagai daerah di Nusantara untuk menyebarkan pesan Islam yang damai, penuh kasih, dan menjadi rahmat bagi seluruh alam.
Pimpinan Pesantren Tinggi Khatamun Nabiyyin, Ustadz Akbar Saleh, melepas para mahasantri dalam program Safari Dakwah Se-Nusantara 2026/1447 H di area keberangkatan bandara sebelum mereka diberangkatkan menuju berbagai daerah dakwah di Indonesia, termasuk Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari gerakan dakwah Ramadan yang menggabungkan pembinaan Al-Qur’an, pendidikan keislaman, dan pengabdian sosial kepada masyarakat.
_1-300x169.webp)



-300x183.webp)
-300x169.webp)


