MAKASSAR, UNHAS.TV - Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026 di Universitas Hasanuddin tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial.
Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat peran duta K3 sebagai garda terdepan dalam membangun budaya kerja yang selamat dan sehat di lingkungan kampus.
Penguatan tersebut dilakukan melalui rangkaian senam massal kolosal Unhas Sehat Anti Mager serta berbagai games edukatif yang digelar di GOR JK Arenatorium dan Lapangan Basket Unhas, Minggu, 8 Februari 2026.
Para duta K3 yang berasal dari setiap fakultas dan unit kerja Universitas Hasanuddin turut ambil bagian aktif dalam kegiatan tersebut.
Mereka berbaur bersama dosen, tenaga kependidikan, dan unsur pimpinan kampus, mengikuti senam bersama yang dirancang untuk mendorong gaya hidup aktif sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan kerja.
Selain senam massal, kegiatan juga dirangkaikan dengan games edukatif yang dikemas secara interaktif.
Melalui permainan tersebut, para duta K3 dibekali pemahaman mengenai skrining kesehatan, identifikasi potensi bahaya di lingkungan kerja, serta penerapan prinsip keselamatan kerja secara praktis.
Metode ini dipilih agar materi K3 lebih mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari di unit kerja masing-masing.
Kepala Subdirektorat K3 Universitas Hasanuddin, Prof Dr Lalu Muhammad Saleh SKM MKes menegaskan bahwa keberadaan duta K3 memegang peran strategis dalam sistem keselamatan dan kesehatan kerja di Unhas.
Menurut dia, duta K3 merupakan ujung tombak yang langsung bersentuhan dengan aktivitas kerja di lapangan.
“Peran duta K3 dalam kegiatan ini sangat besar. Mereka lahir bersamaan dengan berdirinya K3 Universitas Hasanuddin pada tahun 2022. Sejak awal, mereka mengambil peran yang sangat krusial,” ujar Lalu Muhammad Saleh.
Ia menjelaskan, para duta K3 secara rutin melakukan inspeksi lingkungan kerja setiap hari Selasa.
Mereka berasal dari setiap unit kerja, dengan komposisi lima hingga enam orang di tingkat fakultas, serta satu hingga dua orang di unit rektorat.
Pola ini, kata dia, memungkinkan pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja dilakukan secara lebih menyeluruh dan berkelanjutan.
“Duta K3 berkolaborasi untuk menyelesaikan berbagai persoalan dan isu keselamatan serta kesehatan kerja yang ada di Universitas Hasanuddin. Ke depan, kami berkomitmen agar sistem K3 semakin baik, dengan kewenangan yang lebih besar untuk mengoptimalkan peran K3,” kata Prof Lalu.
Menurut dia, penguatan peran duta K3 sejalan dengan target jangka panjang Universitas Hasanuddin, yakni menurunkan angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja di lingkungan kampus.
Target tersebut dirangkum dalam semangat zero accident dan zero obesity sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup sivitas akademika.
Keberadaan duta K3 dinilai penting karena mereka menjadi penghubung antara kebijakan K3 di tingkat universitas dengan praktik kerja di unit-unit terkecil.
Melalui pendekatan persuasif dan edukatif, para duta K3 diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja.
Universitas Hasanuddin menaruh harapan besar agar peran duta K3 tidak berhenti pada kegiatan Bulan K3 Nasional semata.
Dengan penguatan kapasitas dan dukungan kelembagaan, duta K3 diharapkan mampu menjadi motor penggerak terciptanya lingkungan kampus yang aman, sehat, dan produktif secara berkelanjutan.
(Venny Septiani Semuel / Moh Resha Maharam / Unhas TV)
Prof Dr Lalu Muhammad Saleh SKM MKes - Kepala Subdirektorat K3 Unhas. (unhas tv/moh resha maharam)








