News

Edisi Revisi Buku Prof Ahmad Amiruddin akan Diluncurkan

MAKASSAR, UNHAS.TV - Buku "A Amiruddin Nakhoda dari Timur" yang pernah diluncurkan di Hotel Mulia Jakarta pada tahun 1999, kembali akan diluncurkan dalam bentuk edisi revisi.

Peluncuran sekaligus berbuka puasa bersama itu dijadwalkan di Unhas Hotel & Convention, Kampus Tamalanrea, Makassar, Jumat (7/3/2025).

Panitia sudah menyebar 200 undangan untuk hadir pada peluncuran tersebut. Mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia dan antan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Prof Hamid Awaludin SH LLM MA PhD juga diundang hadir. 

Buku tentang sepak terjang Prof Ahmad Amiruddin ini masih ditulis oleh M Dahlan Abubakar, Rudy Harahap, SM Noor, Baso Amir, dan Ridwan Effendy.

Mereka ini adalah mahasiswa Unhas ketika Prof Ahmad Amiruddin menjadi Rektor Unhas yang kemudian menjadi Gubernur Sulawesi Selatan.

"Edisi revisi berupa penambahan dua bab baru pada bab 1 dan bab 5. Penambahan ini menyangkut saat Prof Ahmad Amiruddin pensiun dan jelang meninggalnya Prof A Amiruddin pada 22 Maret 2014," ujar Dahlan Abubakar kepada Unhas TV melalui sambungan telepon.

Dahlan melanjutkan, penambahan bab itu juga berdampak pada makin tebalnya buku tersebut dari 274 halaman menjadi 604 halaman.

"Peluncuran juga akan diisi dengan pernyataan kesaksian beberapa orang penting yang pernah bersentuhan dengan Prof Ahmad Amiruddin seperti Pak Taslim Arifin, mantan mahasiswa Prof Ahmad Amiruddin yang pernah menjabat sebagai Kepala Bappeda.

Dahlan Abubakar menyebutkan, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Prof Amran Razak juga akan memberi kesaksian. Prof Amran yang dijuluki sebagai "anak ideologis Prof Amiruddin" ini adalah tokoh pergerakan di masa Prof Ahmad Amiruddin memimpin Unhas.

Ahmad Amiruddin (25 Juli 1932 – 22 Maret 2014) adalah ahli kimia nuklir Indonesia tamatan Institut Teknologi Bandung yang juga merupakan mantan Rektor Universitas Hasanuddin  dari tahun 1973 hingga 1982.

Ia pernah pula menjadi Gubernur Sulawesi Selatan dua periode 1983–1988 dan 1988–1993 serta Wakil Ketua MPR-RI pada 1992 hingga 1997.

Ahmad Amiruddin adalah tokoh penuh visi. Ia menjadi penggagas dari perpindahan kampus Unhas di kawasan Baraya ke Tamalanrea. Ide yang dinilai tidak masuk akan itu ternyata terwujud dan kini terlihat Tamalanrea menjadi satu daerah tersibuk di Kota Makassar.

Tak boleh pula dilupakan ketika menjadi rektor, Prof Ahmad Amiruddin tampil sebagai pendukung utama lahirnya Surat Kabar Kampus "Identitas" yang banyak melahirkan para wartawan dan tokoh ternama.

Prof Anwar Arifin, Prof Hamid Awaludin, Prof Amran Razak, Prof Razak "Atja" Thaha, Prof Aidir Amin Daud, Prof SM Noor, Dahlan Abubakar, Dahlan Dahi (CEO Tribun Network dan anggota Dewan Pers) serta Muhammad Sapri Andi Pamulu PhD (Dirut PT Indah Karya) adalan nama-nama yang lahir dari rahim Identitas Unhas.

Ketika menjadi Gubernur Sulsel, Prof Ahmad Amiruddin adalah pembuat tri konsep pembangunan: pengwilayahan komoditas, perubahan pola pikir, dan petik olah jual. Ini yang kemudian berwujud pada status Sulawesi Selatan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.(*)