BANTAENG, UNHAS.TV - Akademi Komunitas Manufaktur Bantaeng mendorong penguatan ekosistem kewirausahaan industri sebagai strategi meningkatkan daya saing dan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bantaeng.
Dorongan itu mengemuka dalam seminar ekonomi dan kewirausahaan bertajuk “Penguatan Kewirausahaan Industri Melalui Kolaborasi Multi-Sektor untuk Pengembangan Daya Saing dan Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Bantaeng”, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Aula Graha Vokasi Kampus AK Manufaktur Bantaeng ini diikuti sekitar 300 peserta. Mereka terdiri atas perangkat desa, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, mahasiswa, serta unsur pemerintah dan perbankan.
Seminar tersebut menjadi forum kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, industri, perbankan, dan komunitas. Isu utama yang dibahas adalah perlunya membangun sistem kewirausahaan yang tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling terhubung dari hulu hingga hilir.
Direktur AK Manufaktur Bantaeng, Dr Ir Arminas ST MM IPU ASEAN Eng mengatakan kampus vokasi tidak hanya bertugas menyiapkan lulusan untuk bekerja di industri.
Menurut dia, lembaga pendidikan vokasi juga harus mampu mencetak wirausaha baru yang dapat membuka lapangan kerja.
“Kami mengembangkan unit inkubator bisnis dengan target utama mencetak wirausaha industri. Mahasiswa kami didorong agar selain siap bekerja di manufaktur, juga mampu menjadi wirausaha mandiri yang membuka lapangan kerja,” kata Arminas.
Ia mengatakan penguatan inkubator bisnis menjadi salah satu arah penting AK Manufaktur Bantaeng. Melalui inkubator, mahasiswa dan pelaku usaha dapat memperoleh pendampingan, pelatihan, serta akses jaringan untuk mengembangkan produk dan usaha.
Bupati Bantaeng, M Fathul Fauzy Nurdin MIKom mengatakan daerah harus mencari sumber pertumbuhan baru di tengah tekanan ekonomi global dan nasional.
Ia menyebut tantangan yang dihadapi daerah tidak ringan, mulai dari efisiensi anggaran pusat hingga melemahnya industri nikel global.
“Menghadapi badai efisiensi dan penurunan industri nikel, kami tidak tinggal diam. Solusinya adalah mencari peluang baru. Sektor UKM dan pertanian harus menjadi motor penggerak utama,” kata Bupati yang akrab disapa Uji itu.
Pemerintah Kabupaten Bantaeng, kata dia, telah menyiapkan sejumlah langkah konkret. Salah satunya menggandeng Universitas Hasanuddin dalam pengembangan varietas Jagung JJ Unhas sebagai komoditas unggulan.
.webp)
KEWIRAUSAHAAN - Akademi Komunitas Manufaktur Bantaeng gelar seminar ekonomi dan kewirausahaan bertajuk “Penguatan Kewirausahaan Industri Melalui Kolaborasi Multi-Sektor untuk Pengembangan Daya Saing dan Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Bantaeng”, Rabu (6/5/2026). (Dok AK Manufaktur Bantaeng)
Komoditas ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat pelaku usaha agribisnis di Bantaeng.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas sekaligus Kasubdit Pengembangan Usaha Unhas, Dr Andi Nur Bau Massepe SE MM, mengatakan kemajuan UMKM sangat bergantung pada kekuatan ekosistem kewirausahaan industri.
Ia menawarkan pendekatan enam pilar untuk memperkuat daya saing ekonomi daerah. Enam pilar itu meliputi kebijakan pemerintah, akses pendanaan, kualitas sumber daya manusia, sistem pendukung seperti inkubator bisnis, akses pasar, serta budaya kewirausahaan.
Menurut Andi, seluruh unsur tersebut harus bergerak bersama agar UMKM tidak hanya tumbuh, tetapi juga mampu bertahan dan bersaing.
“Inkubator bisnis yang diinisiasi kampus seperti AKM Bantaeng memegang peran vital. Lembaga ini bukan sekadar tempat pelatihan, tapi penyedia layanan lengkap mulai dari tempat kerja, kurikulum bisnis, akses pendanaan, hingga jejaring pasar,” ujar Andi Nur.
Dukungan juga datang dari sektor perbankan syariah. Area Mikro & Pawning Manager Area Makassar Bank Syariah Indonesia, Dwi Agno Ganestra Chaniago, memaparkan peran BSI dalam memperkuat struktur modal UMKM. Salah satunya melalui fasilitas UMKM Centre sebagai wadah pembinaan pelaku usaha lokal.
Seminar ini menghasilkan arah kolaborasi strategis antara Inkubator Bisnis AK Manufaktur Bantaeng, Pemerintah Kabupaten Bantaeng, dan BSI.
Kolaborasi itu akan diarahkan pada program pembinaan UKM unggulan, mencakup pendampingan teknis, pengembangan manajemen usaha, hingga penyaluran pendanaan bagi pelaku usaha kompetitif.
Melalui kerja lintas sektor tersebut, Bantaeng menargetkan lahirnya ekosistem kewirausahaan yang lebih tangguh. Model ini diharapkan dapat memperkuat ekonomi daerah berbasis vokasi, pertanian, UMKM, dan kemitraan strategis di Sulawesi Selatan. (*)
KEWIRAUSAHAAN - Akademi Komunitas Manufaktur Bantaeng gelar seminar ekonomi dan kewirausahaan bertajuk “Penguatan Kewirausahaan Industri Melalui Kolaborasi Multi-Sektor untuk Pengembangan Daya Saing dan Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Bantaeng”, Rabu (6/5/2026). (Dok AK Manufaktur Bantaeng)








