Sport

El Clasico Barcelona vs Real Madrid: Duel Yamal dan Mbappe, Mourinho Kembali ke Camp Nou

EL CLASICO - Striker Real Madrid Kylian Mbappe bakal berduel dengan striker Barcelona Lamine Yamal dalam laga El clasico. (Screenshot The Sun)

BARCELONA, UNHAS.TV – Persaingan sengit Barcelona dan Real Madrid kembali tersaji dalam laga El Clasico pekan ke-10 Liga Spanyol 2026/2027 di Stadion Spotify Camp Nou.

Pertandingan ini mempertemukan dua bintang, Lamine Yamal dan Kylian Mbappe, sekaligus menandai kembalinya Jose Mourinho ke markas Barcelona sebagai pelatih Real Madrid.

Pertandingan dijadwalkan berlangsung Minggu (25/10/2026) pukul 21.00 waktu Spanyol atau , Senin (26/10/2026) dini hari, pukul 04.00 Wita.

Selain mempertaruhkan gengsi kedua klub, duel tersebut berpengaruh terhadap persaingan perebutan gelar La Liga musim ini.

Barcelona memasuki pertandingan dengan keunggulan enam poin atas Madrid. Tim asuhan Hansi Flick menyapu bersih sembilan laga liga dengan kemenangan dan mengemas 39 gol. Sebaliknya, Madrid menempati peringkat ketiga, di bawah Atletico Madrid.

Kembalinya Mourinho ke Camp Nou membangkitkan ingatan tentang pertandingan November 2010. Ketika itu, Barcelona yang ditangani Pep Guardiola mempermalukan Madrid dengan kemenangan telak 5-0.

Kekalahan tersebut menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah perseteruan kedua klub. Rivalitas tidak hanya berlangsung antarpemain, tetapi juga melibatkan perselisihan kedua pelatih di pinggir lapangan.

Aleix Soler, pendukung Barcelona berusia 35 tahun, masih mengingat atmosfer pertandingan tersebut.

"Saya ingat skor 5-0 itu, tetapi juga ketegangannya," kata Soler kepada Al Jazeera di kawasan berkumpulnya pendukung Barcelona.

Menurut dia, perdebatan antarsuporter bahkan berlangsung sepanjang pekan sebelum pertandingan dimulai.

"Mengalahkan Madrid selalu istimewa. Namun, jika melawan Mourinho, Anda masih akan tersenyum pada Senin pagi," ujarnya.

Mourinho kini menghadapi tantangan mengakhiri dominasi Barcelona yang memenangi enam dari tujuh pertemuan El Clasico terakhir.

Barcelona Unggul Enam Poin

Pertandingan ini menjadi kesempatan Barcelona memperlebar jarak di klasemen. Kemenangan akan membawa keunggulan mereka atas Madrid menjadi sembilan poin.

Sebaliknya, kemenangan Madrid akan memangkas selisih menjadi tiga poin sekaligus menjaga peluang bersaing dalam perebutan gelar.

Mourinho memahami besarnya arti pertandingan tersebut. Seusai kemenangan Madrid atas RB Leipzig di Liga Champions, Rabu lalu, ia mengakui El Clasico memiliki tekanan berbeda.

"Ini pertandingan liga lainnya, tetapi bukan pertandingan seperti yang lain," kata Mourinho kepada Movistar.

Madrid membutuhkan hasil positif setelah mengalami kesulitan menjaga konsistensi di kompetisi domestik. Namun, mereka memiliki modal tiga kemenangan beruntun dalam tiga pertandingan Liga Champions.

Kepercayaan diri tersebut diharapkan membantu Madrid menghadapi Barcelona yang tampil produktif sepanjang awal musim.

Meski mendominasi La Liga, Barcelona menghadapi sejumlah persoalan menjelang pertandingan. Tim asuhan Flick baru menelan kekalahan pertama musim ini setelah takluk 2-4 dari Paris Saint-Germain di Liga Champions, Selasa lalu.

Kekalahan tersebut memperlihatkan kelemahan pertahanan Barcelona, terutama ketika lawan mampu memanfaatkan ruang di belakang garis pertahanan.

Absennya Eric Garcia dan Jules Kounde akibat cedera membuat Flick harus mengatur ulang susunan pemain belakang. Xavi Espart dan Joao Cancelo menjadi pilihan untuk mengisi posisi bek sayap.

Kounde belum mengikuti latihan pada Jumat, sedangkan Dani Olmo juga menghadapi masalah cedera otot aduktor.

Madrid memiliki persoalan berbeda. Vinicius Junior dipastikan absen akibat sanksi larangan bermain. Kehilangan penyerang Brasil tersebut mengurangi pilihan Mourinho dalam membangun serangan dari sisi kiri.

Yan Diomande berpeluang menjadi alternatif. Sementara itu, Arda Guler dan Jude Bellingham diharapkan membantu mengalirkan bola kepada Mbappe.

Federico Valverde juga dapat menjadi pilihan di posisi bek kanan. Pergerakannya membantu Madrid menambah kekuatan serangan tanpa mengabaikan keseimbangan pertahanan.

Duel Yamal dan Mbappe Jadi Sorotan Utama

Perhatian terbesar tertuju kepada Yamal dan Mbappe. Kedua pemain menunjukkan produktivitas tinggi sekaligus menjadi tumpuan serangan masing-masing tim.

Yamal telah mencetak delapan gol dan enam assist dalam sembilan pertandingan La Liga. Sementara itu, Mbappe mengoleksi sembilan gol dan dua assist dari jumlah penampilan yang sama.

Meski jarang berhadapan langsung di lapangan, keduanya memiliki kemampuan berbeda dalam membongkar pertahanan lawan.

Yamal mengandalkan kecepatan, kelincahan, serta kemampuan menggiring bola. Pergerakannya dari sisi kanan kerap memaksa dua pemain bertahan lawan melakukan penjagaan.

Situasi tersebut membuka ruang bagi Pedri untuk mengatur serangan. Barcelona juga memiliki Raphinha yang telah mencetak 12 gol liga sehingga Madrid tidak dapat memusatkan perhatian hanya kepada Yamal.

Sebaliknya, Mbappe mengandalkan kecepatan untuk mengeksploitasi ruang kosong di belakang pertahanan Barcelona.

Madrid harus mampu melewati tekanan awal Barcelona agar Mbappe memperoleh peluang menyerang. Jika berhasil, kecepatan penyerang Prancis tersebut berpotensi merepotkan lini belakang tuan rumah.

Bagi pendukung Madrid, kemenangan di Camp Nou dapat menjadi titik penting dalam perjalanan musim ini.

Lucia Martin, suporter Madrid berusia 26 tahun, mengaku berharap timnya mampu mengakhiri dominasi Barcelona.

"Kemenangan di sana akan membuat saya percaya bahwa kami bisa memenangi liga, terutama jika bermain dengan keberanian," katanya.

Lucia berencana menghadiri pertandingan bersama ayahnya. Ia menaruh harapan besar kepada Mbappe, tetapi menilai seluruh pemain harus mengambil tanggung jawab.

"Ketika dia menguasai bola, saya selalu merasa sesuatu bisa terjadi. Namun, kami tidak bisa menghabiskan 90 menit hanya menunggu dia menyelamatkan kami," ujarnya.

Panggung Menjelang Ballon d'Or

Pertandingan berlangsung sehari sebelum pengumuman pemenang Ballon d'Or 2026 di London, Inggris, Senin, 26 Oktober.

Yamal dan Mbappe termasuk kandidat penghargaan individual bergengsi tersebut. Meski hasil El Clasico tidak masuk periode penilaian tahun ini, penampilan keduanya tetap mendapat perhatian menjelang malam penganugerahan.

Bagi Yamal, kemenangan berarti mempertahankan catatan sempurna Barcelona sekaligus memperbesar keunggulan atas Madrid.

Sementara itu, Mbappe memiliki kesempatan membawa Madrid kembali mendekati puncak klasemen dan mengurangi tekanan terhadap Mourinho.

Dengan persaingan klasemen yang ketat, persoalan cedera, dan kehadiran dua penyerang papan atas, El Clasico kali ini menawarkan lebih dari sekadar pertandingan dua rival lama. Hasilnya dapat menentukan arah persaingan gelar Liga Spanyol dalam beberapa pekan mendatang. (*)