Sport

Perburuan Juara Liga Inggris Makin Panas, Tekan Arsenal, City Bungkam Chelsea 0-3 di Stamford Bridge

CETAK GOL - Bek Man City Marc Guehi merayakan gol bersama rekan-rekan setimnya saat mengalahkan Chelsea 0-3. (The Sun/AP)

LONDON, UNHAS.TV - Manchester City kembali memberikan tekanan besar pada Arsenal dalam perburuan gelar Liga Inggris setelah menang 3-0 atas Chelsea, Minggu (12/4/2026) malam.

Kemenangan telak di Stamford Bridge itu bukan sekadar tambahan tiga angka. Hasil tersebut mengubah persaingan yang semula tampak nyaman bagi Arsenal menjadi perebutan yang semakin rapat, bahkan mengancam.

Di tengah situasi itu, City tampil seperti tim yang paham betul kapan harus menghukum lawan. Bagi Arsenal, hasil ini jelas bukan kabar baik. Kekalahan mereka sebelumnya 1-2 dari Bournemouth telah membuka celah.

City memanfaatkannya tanpa ragu. Seusai gol ketiga Jeremy Doku, pendukung tim tamu berulang kali menyanyikan, “Are you watching, Arsenal?”

Nyanyian itu menjadi penanda bahwa tekanan dalam perebutan gelar kini tidak lagi berada di pundak City, melainkan berbalik diarahkan kepada tim asuhan Mikel Arteta.

Namun pertandingan tidak langsung berjalan mudah bagi tim tamu. Chelsea justru tampil lebih hidup pada babak pertama.

Tuan rumah mampu meredam aliran serangan City dan beberapa kali menghadirkan ancaman yang lebih nyata. Pada menit ke-16, Chelsea bahkan sempat menjebol gawang lawan.

Gol itu kemudian dianulir setelah VAR mengonfirmasi Marc Cucurella lebih dulu berada dalam posisi offside saat menerima umpan Joao Pedro. Momen itu menjadi gambaran bahwa Chelsea sesungguhnya sempat berada dalam pertandingan.

Tim asuhan Liam Rosenior tampil disiplin saat kehilangan bola. Mereka menutup ruang gerak para winger dan pemain kreatif City, memaksa lawan melakukan kesalahan-kesalahan kecil.

Erling Haaland, yang sebelumnya mencetak hattrick saat menghadapi Liverpool, nyaris tak mendapat ruang berarti di area berbahaya. Chelsea juga cukup rapi saat membangun serangan.



Statistik Laga Chelsea vs Man City. (The Sun)


Andrey Santos dan Moises Caicedo bergantian turun untuk membentuk garis belakang tambahan, sementara rekan-rekan mereka memenuhi lini tengah. Pendekatan itu membuat City frustrasi sepanjang sebagian besar babak pertama.

Meski demikian, keunggulan penguasaan momentum Chelsea tidak berubah menjadi gol. City perlahan mulai menemukan ritme, terutama dari sisi kiri.

Bernardo Silva dan Rayan Cherki sempat memperoleh peluang dari umpan Nico O’Reilly, walau belum cukup merepotkan penjaga gawang Robert Sanchez. Sampai turun minum, laga masih terbuka.

Chelsea punya alasan untuk percaya diri. Namun justru di situlah perbedaan kualitas tim yang sedang memburu gelar mulai tampak.

Babak Kedua City Lebih Tajam

>> Baca Selanjutnya